Skripsi merupakan tugas akhir penelitian yang didesain untuk memberikan pembelajaran bagi mahasiswa tingkat strata-1 untuk menuangkan ide pemecahan masalah baik itu praktis maupun teoritis berdasarkan berbagai sumber dan seluruh bidang ilmu yang telah diperlajari selama masa studi.
Proses penulisan skripsi, yang dibimbing oleh minimal 2 dosen yang dianggap memiliki kapabilitas yang sesuai untuk membantu mengarahkan terselesaikannya tugas akhir ini, terkadang mememui berbagai kendala. Selain miskomunikasi antara mahasiswa dan pembimbing, tidak jarang terjadi perbedaan landasan pijak atas suatu topik penelitian yang menyebabkan perbedaan persepsi antar pembimbing. Ujung-ujungnya, mahasiswa menjadi bingung. Mau ngikuti yang mana? Namun perbedaan ini sebenarnya mudah untuk diatasi selama si mahasiswa punya dan mampu menunjukkan referensi yang cukup kuat untuk apa yang diyakininya benar.
Latar belakang penelitian, tidak terlepas juga dalam skripsi, menjadi sangat penting untuk dapat dikemukakan karena inilah yang mendasari mengapa suatu riset perlu dilakukan. Ketidak-mampuan menemukan dan memaparkan informasi yang relevan dalam menulis latar belakang membuat suatu penelitian (skripsi) sulit untuk dipahami signifikansinya. Ada beberapa salah kaprah penulisan latar belakang yang perlu untuk direnungkan kembali untuk diperbaiki kedepannya.
Di latar belakang penelitian, terkadang ditemukan berbagai penjelasan teoritis tentang riset yang akan dilakukan. Hal ini terkadang dipertegas dengan berbagai temuan atau hasil penelitian dari riset terdahulu. Ini kelihatannya bagus, tetapi menurut hemat saya kurat tepat. Kurang tepatnya dalam artian bahwa, umumnya penelitian di level S1 hanya menerapkan model yang sudah. Perbedaan hanya dititik beratkan pada objek penelitian dan periode pengamatan penelitian. Sehingga kurang tepat bila di latar belakang dipaparkan temuan riset terdahulu yang notabene menggunakan alat analisis yang sama. Bahasa sederhananya, tidak mungkin kita mendapatkan hasil yang lebih baik atau menemukan sesuatu yang baru bila kita menggunakan cara yang sama dengan cara sebelumnya.
Lantas, apa yang harus dipaparkan pada latar belakang penelitian? Jawabanya adalah data. Data sekunder yang diterbitkan oleh pihak terkait yang kredibel. Berbagai sumber data bisa diambil digunakan untuk memperjelas pentingnya (signifikansi) suatu riset dilakukan. Berbagai sumber data bisa diakses dan dipaparkan pada latar belakang. BPS, Bank Indonesia, asosiasi-asosiasi, lembaga survey, kementrian, dan berbagai referensi online terpercaya juga, baik dari dalam maupun luar negeri dapat dijadikan sumber data yang dipaparkan dalam latar belakang penelitian.
Tentu saja relevansi dalam hal ini sangat penting untuk diperhatikan. Perhatikan juga bahwa terkadang kita harus dapat memunculkan informasi dari data sekunder yang dipaparkan. Ini penting untuk untuk memudahkan pembaca memahami bagian penting dalam penelitian tersebut. Dengan tersedianya data, akan sangat mudah untuk mengidentifikasi rumusan masalah, begitu pula dengan tujuan penelitian dan manfaat penelitian.
Bagaimana dengan mahasiswa yang sudah menulis draf proposal penelitian dan hanya memasukkan berbagai penjelasan teoritis dan temuan riset sebelumnya. Ya... tentunya harus dikembalikan ke habitatnya di bab selanjutnya yaitu landasan teori. Disinilah tempatnya penjelasan teoritis dan berbagai temuan atas topik yang akan diteliti. Bila tetap memaksakan ditempatkan di latar belakang, tentu sudah dapat ditebak bahwa penjelasan tersebut akan ditemukan juga di landasan teori. Terus bagaimana dengan konsep concise (singkat, jelas, dan padat) yang harus diikuti dalam melakukan riset. Benang merah penelitian juga lebih jelas bila kita tertib mengikuti aturan tersebut.
Jumat, 22 Mei 2015
Menganggur itu Pilihan, Bukan Takdir
Saya pernah membaca salah satu artikel yang saya lupa sumber dan penulisnya. Tetapi ada hal penting yang terus teringat dalam pikiran saya. Iya seperti judul artikel ini, menganggur itu adalah pilihan, bukan takdir. Saya akan sedikit menulis terkait dengan itu.
Batasan tulisan saya ini saya arahkan untuk pria usia produktif. Karena bagaimanapun, di agama yang
saya yakini, pemenuhan kebutuhan keluarga merupakan tanggung jawab penuh seorang suami yang seorang laki-laki. Bahkan dalam kasus sang istri bekerja dan berpenghasilan, penghasilan istri adalah milik (hak) istri sendiri, sedangkan penghasilan suami merupakan milik (hak) istri juga.
Terbayang jelas bahwa tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga jelas ada di tangan laki-laki. Bahkan dengan aliran emansipasi wanita, seharusnya kedudukan wanita yang mulia ini tetap tidak bisa dibandingkan dengan pria. Masing-masing memiliki keistimewaannya masing-masing dengan peran yang spesial juga.
Iya, menganggur memang pilihan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan rezeki yang halal dari Allah SWT. Namun setiap pilihan profesi memiliki resiko dan konsekuensinya masing-masing. Mau kerja kantoran di Bank, harus siap dengan dedikasi tinggi dengan waktu yang terbatas untuk keluarga, dimana harus pergi pagi pulang sore menjelang malam, atau terkadang malam sekalian. Belum lagi untuk pekerja yang berada di kota-kota besar, dihadang macet saat berangkat dan pulang kantor merupakan hal yang jamak.
Demikian pula dengan mengambil pilihan sebagai seorang pengusaha. Dalam merintis bisnis, diperlukan curahan waktu, tenaga, dan bahkan uang untuk memulai dan mengembankan bisnis. Belum lagi hambatan psikologis, dimana sebagian masyarakat di Indonesia tidak disiapkan oleh orang tuanya untuk siap berwirausaha. Memiliki mental baja, kreatif, inovatif, tidak gampang menyerah, dan mengabaikan gengsi. Seiring perkembangan usaha, kebanyakan berujung kegagalan, dan hanya segelintir saja yang tetap survive dengan kondisi yang begitu begitu saja, dan sangat-sangat jarang yang kemudian bertahan dan bertumbuh menjadi besar, mendiversifikasi usahanya ke berbagai lini bisnis, dengan title pengusaha sukses yang melekat.
Apapun profesinya, ambil kata tidak sebagai pegawai, setiap orang memiliki potensinya masing masing yang Allah berikut untuk dapat dikembangkan dan secara adil akan mendapatkan rezeki-Nya. Berapapun besaran pendapatan saat ini bukan merupakah hal yang penting. Yang penting bahwa pendapatan yang diperoleh dapat digunakan untuk kepentingan keluarga, berbagai dengan yang lain dengan zakat, infaq, dan sodaqah. Tidak ada aturan pasti berapa penghasilan manimal yang harus setiap individu hasilkan dari aktivitas produktifnya, hanya ada aturan besaran persentase kewajiban membayarkan hak orang lain yang harus ditunaikan.
Bagi yang masih muda dan masih banyak belajar, sangat wajar jika penghasilan belum dapat sebagaimana yang diimpikan orang pada umumnya. Dengan ketekunan dan ikhtiar tanpa lelah, suatu saat harapan dan impian positif yang sudah ditanamkan sejak awal akan mengarahkan setiap langkah dan aktivitas untuk membangun titian menuju kesuksesan hakiki. Sukses dunia dan akhirat.
Jadi harus terus diingat bahwa menganggur itu pilihan (atas kompromi terhadap gengsi, pandangan orang yang belum tentu benar, dan steriotip pesimisme masyarakat), dan bukan merupakan takdir. Mengubah pendangan kita sedikit saja tentang kompromi tersebut bisa mengubah drastis hidup seseorang secara mengejutkan.
Batasan tulisan saya ini saya arahkan untuk pria usia produktif. Karena bagaimanapun, di agama yang
saya yakini, pemenuhan kebutuhan keluarga merupakan tanggung jawab penuh seorang suami yang seorang laki-laki. Bahkan dalam kasus sang istri bekerja dan berpenghasilan, penghasilan istri adalah milik (hak) istri sendiri, sedangkan penghasilan suami merupakan milik (hak) istri juga.
Terbayang jelas bahwa tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga jelas ada di tangan laki-laki. Bahkan dengan aliran emansipasi wanita, seharusnya kedudukan wanita yang mulia ini tetap tidak bisa dibandingkan dengan pria. Masing-masing memiliki keistimewaannya masing-masing dengan peran yang spesial juga.
Iya, menganggur memang pilihan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan rezeki yang halal dari Allah SWT. Namun setiap pilihan profesi memiliki resiko dan konsekuensinya masing-masing. Mau kerja kantoran di Bank, harus siap dengan dedikasi tinggi dengan waktu yang terbatas untuk keluarga, dimana harus pergi pagi pulang sore menjelang malam, atau terkadang malam sekalian. Belum lagi untuk pekerja yang berada di kota-kota besar, dihadang macet saat berangkat dan pulang kantor merupakan hal yang jamak.
Demikian pula dengan mengambil pilihan sebagai seorang pengusaha. Dalam merintis bisnis, diperlukan curahan waktu, tenaga, dan bahkan uang untuk memulai dan mengembankan bisnis. Belum lagi hambatan psikologis, dimana sebagian masyarakat di Indonesia tidak disiapkan oleh orang tuanya untuk siap berwirausaha. Memiliki mental baja, kreatif, inovatif, tidak gampang menyerah, dan mengabaikan gengsi. Seiring perkembangan usaha, kebanyakan berujung kegagalan, dan hanya segelintir saja yang tetap survive dengan kondisi yang begitu begitu saja, dan sangat-sangat jarang yang kemudian bertahan dan bertumbuh menjadi besar, mendiversifikasi usahanya ke berbagai lini bisnis, dengan title pengusaha sukses yang melekat.
Apapun profesinya, ambil kata tidak sebagai pegawai, setiap orang memiliki potensinya masing masing yang Allah berikut untuk dapat dikembangkan dan secara adil akan mendapatkan rezeki-Nya. Berapapun besaran pendapatan saat ini bukan merupakah hal yang penting. Yang penting bahwa pendapatan yang diperoleh dapat digunakan untuk kepentingan keluarga, berbagai dengan yang lain dengan zakat, infaq, dan sodaqah. Tidak ada aturan pasti berapa penghasilan manimal yang harus setiap individu hasilkan dari aktivitas produktifnya, hanya ada aturan besaran persentase kewajiban membayarkan hak orang lain yang harus ditunaikan.
Bagi yang masih muda dan masih banyak belajar, sangat wajar jika penghasilan belum dapat sebagaimana yang diimpikan orang pada umumnya. Dengan ketekunan dan ikhtiar tanpa lelah, suatu saat harapan dan impian positif yang sudah ditanamkan sejak awal akan mengarahkan setiap langkah dan aktivitas untuk membangun titian menuju kesuksesan hakiki. Sukses dunia dan akhirat.
Jadi harus terus diingat bahwa menganggur itu pilihan (atas kompromi terhadap gengsi, pandangan orang yang belum tentu benar, dan steriotip pesimisme masyarakat), dan bukan merupakan takdir. Mengubah pendangan kita sedikit saja tentang kompromi tersebut bisa mengubah drastis hidup seseorang secara mengejutkan.
Kamis, 14 Mei 2015
Alhamdulillah, KeuanganPraktis Kembali Tampil di Halaman Pertama Pencarian Google
Saat tagihan dari provider penyedia domain masuk di emailku, aku berpikir, apa kubiarkan aja ya...., berhubung rasanya sudah lama blog ini tidak terurus. Iya semenjak kesibukan mendera, ada saja alasan penyebab tidak diupdatenya blog ini.
Namun hati kecil ini berkata lain. Apa salahnya aku kembali nulis. Toh sambil santai sambil berbagi. Akhirnya kuputuskan untuk order perpanjangan sewa domain. Meskipun blog ini masih berbasis blogspot, dengan berbagai keterbatasan, aku berhadap kedepannya berbagai keterbatasan fitur blogger ini bisa diatasai oleh google, sang empunya platform.
Setelah konfirmasi pembayaran, ternyata permasalahan masih menghadang di depan mata. Lamanya situs ini tidak diurus menyebabkan situs ini hilang dari mbah google. Parahnya lagi, website tetap tidak dapat diakses melalui komputer dengan berbagai internet browser, baik itu mozilla, opera, internet explorer, dan google chrome. Namun dengan menggunakan smartphone android, ternyata seluruh browsernya (Internet browser bawaan Android, Chrome, CM Browser, Opera Mini, New Opera Mini, serta Puffin) bisa mengakses keuanganpraktis.com, tetapi dengan versi mobile. Tetap ada link untuk mengubah ke versi desktop, tetapi khan ribet.
Dua hal yang harus saya lakukan yaitu meningkatkan peringkat pencarian situs ini di google dan memastikan bahwa blog ini bisa diakses melalui berbagai platform.
Untuk memastikan masalah pertama teratasi, google webmaster menjadi rujukan perbaikan. Setelah request verification code, dipasang di situs ini, dan kemudian di validasi, situs ini berhasil mengundang mbah google untuk mengindeks dan merayapi website ini. Oke, untuk sementara satu problem teratasi.
Bergeser ke kendala kedua, situs tidak bisa diakses. Setelah bolak balik tanya ke penyedia jasa domain dan minta tolong dipecahkan masalahnya (gak bisa diakses di laptop dan desktop), akhirnya situs ini kembali bisa diakses via desktop. Terima kasih staff idwebhost atas kesabarannya dan bantuannya. Well done. Kini masalah kedua sudah terpecahkan.
Selanjutnya, tinggal bagaimana untuk terus mengupdate situs ini.
Namun hati kecil ini berkata lain. Apa salahnya aku kembali nulis. Toh sambil santai sambil berbagi. Akhirnya kuputuskan untuk order perpanjangan sewa domain. Meskipun blog ini masih berbasis blogspot, dengan berbagai keterbatasan, aku berhadap kedepannya berbagai keterbatasan fitur blogger ini bisa diatasai oleh google, sang empunya platform.
Setelah konfirmasi pembayaran, ternyata permasalahan masih menghadang di depan mata. Lamanya situs ini tidak diurus menyebabkan situs ini hilang dari mbah google. Parahnya lagi, website tetap tidak dapat diakses melalui komputer dengan berbagai internet browser, baik itu mozilla, opera, internet explorer, dan google chrome. Namun dengan menggunakan smartphone android, ternyata seluruh browsernya (Internet browser bawaan Android, Chrome, CM Browser, Opera Mini, New Opera Mini, serta Puffin) bisa mengakses keuanganpraktis.com, tetapi dengan versi mobile. Tetap ada link untuk mengubah ke versi desktop, tetapi khan ribet.
Dua hal yang harus saya lakukan yaitu meningkatkan peringkat pencarian situs ini di google dan memastikan bahwa blog ini bisa diakses melalui berbagai platform.
Untuk memastikan masalah pertama teratasi, google webmaster menjadi rujukan perbaikan. Setelah request verification code, dipasang di situs ini, dan kemudian di validasi, situs ini berhasil mengundang mbah google untuk mengindeks dan merayapi website ini. Oke, untuk sementara satu problem teratasi.
Bergeser ke kendala kedua, situs tidak bisa diakses. Setelah bolak balik tanya ke penyedia jasa domain dan minta tolong dipecahkan masalahnya (gak bisa diakses di laptop dan desktop), akhirnya situs ini kembali bisa diakses via desktop. Terima kasih staff idwebhost atas kesabarannya dan bantuannya. Well done. Kini masalah kedua sudah terpecahkan.
Selanjutnya, tinggal bagaimana untuk terus mengupdate situs ini.
Rabu, 13 Mei 2015
Setelah Setahun Mati Suri, Akhirnya Hidup Kembali
Sejak setahun belakangan ini, ada bimbang tak terperi terkait keberadaan situs keuanganpraktis ini yang tidak dapat diakses. Kondisi ini diperparah dengan hilangnya situs keuanganpraktis ini dari seluruh mesin pencarian. Hiks hiks hiks. Bahkan dengan kata kunci utama situs ini, tidak ada satupun di dapat ditemukan pada beberapa halaman pencarian pertama berbagai search engine ternama.
Namun sayang, kesibukan yang mendera membuat terpatahkannya setiap niat untuk memperbaiki segalanya. Padahal, sebenarnya hanya dengan memerlukan sedikit upaya, situs ini sudah dapat dirambah kembali. Benar saja, setelah dapat tagihan dari penyedia layanan domain nasional, baru kemudian cahaya semangat memicu hasrat menghidupkan kembali situs keuanganpraktis yang tengah mati suri ini.
Setelah beberapa jam, permasalahan DNS yang menyebabkan situs keuangan praktis ini mati suri selama setahun lebih, dapat teratasi. Walhasil, situs keuanganpraktis ini sekarang hidup kembali. Terima kasih atas bantuan berbagai pihak uang sudah membantu hidupnya kembali situs ini. Semoga keberadaan situs ini dapat menjadi berkah, dan menebar manfaat yang lebih luas bagi seluruh masyarakat.
Namun sayang, kesibukan yang mendera membuat terpatahkannya setiap niat untuk memperbaiki segalanya. Padahal, sebenarnya hanya dengan memerlukan sedikit upaya, situs ini sudah dapat dirambah kembali. Benar saja, setelah dapat tagihan dari penyedia layanan domain nasional, baru kemudian cahaya semangat memicu hasrat menghidupkan kembali situs keuanganpraktis yang tengah mati suri ini.
Setelah beberapa jam, permasalahan DNS yang menyebabkan situs keuangan praktis ini mati suri selama setahun lebih, dapat teratasi. Walhasil, situs keuanganpraktis ini sekarang hidup kembali. Terima kasih atas bantuan berbagai pihak uang sudah membantu hidupnya kembali situs ini. Semoga keberadaan situs ini dapat menjadi berkah, dan menebar manfaat yang lebih luas bagi seluruh masyarakat.
Sabtu, 03 Mei 2014
Perencana Keuangan dan Bisnis Sektor Keuangan
Salam,
Sudah lama sekali saya tidak mengupdate blog ini. Banyak hal yang bisa diceritakan selama periode dimana jeda ini. Namun dari sekian banyak cerita, yang terbesit di kepala saya adalah perencanaan keuangan.
Belakangan ini marak pemberitaan adanya kasus yang melibatkan seorang investor dengan perencana keuangannya. Ini menarik karena ini terkait dengan uang. Iya. Investasi yang diharapkan di masa yang akan datang dapat menghasilkan sejumlah uang. Apalagi bila perencana keuangan punya optimisme lebih.
Di lain pihak, dari sisi perencana keuangan, investor seharusnya dapat mengambil keputusan terkait investasi yang ditawarkan. Semakin besar nilai investasi yang ditawarkan, dalam hal ini meskipun secara tidak langsung, semakin besar kemungkinan perencana keuangan mendapatkan keuntungan. Belum lagi hal ini menjadi sarana promosi untuk mendapatkan klien yang lebih banyak lagi bila mereka mampu menunjukkan klien yang ada.
Perencana keuangan, umumnya cenderung menyarankan untuk berinvestasi di sektor keuangan dengan iming-iming tingkat keuntungan yang tinggi. Padahal sektor riil yang seharusnya menjadi motor penggerak bisnis melalui multiply effect-nya terhadap sektor riil yang lain dan sektor keuangan yang berfungsi sebagai pendukung sektor riil.
Bila sektor keuangan ini berjalan sendiri, tanpa atau hanya dengan melibatkan sektor riil dengan porsi yang sangat kecil, ini membuat sektor keuangan berjalan sendiri, yang kemudian menyebabkan terjadinya "economic bubble". Bubble ini sewaktu-waktu akan meletus, seperti halnya yang terjadi di tahun 1998.
Jadi, boleh boleh saja investasi di sektor keuangan, tetapi pertimbangkan juga lebih jauh untuk lebih memilih investasi di sektor rill. Keuntungannya juga tidak kalah menarik kok.
Maybe some other time, i will explain more opportunity in real business...
Sudah lama sekali saya tidak mengupdate blog ini. Banyak hal yang bisa diceritakan selama periode dimana jeda ini. Namun dari sekian banyak cerita, yang terbesit di kepala saya adalah perencanaan keuangan.
Belakangan ini marak pemberitaan adanya kasus yang melibatkan seorang investor dengan perencana keuangannya. Ini menarik karena ini terkait dengan uang. Iya. Investasi yang diharapkan di masa yang akan datang dapat menghasilkan sejumlah uang. Apalagi bila perencana keuangan punya optimisme lebih.
Di lain pihak, dari sisi perencana keuangan, investor seharusnya dapat mengambil keputusan terkait investasi yang ditawarkan. Semakin besar nilai investasi yang ditawarkan, dalam hal ini meskipun secara tidak langsung, semakin besar kemungkinan perencana keuangan mendapatkan keuntungan. Belum lagi hal ini menjadi sarana promosi untuk mendapatkan klien yang lebih banyak lagi bila mereka mampu menunjukkan klien yang ada.
Perencana keuangan, umumnya cenderung menyarankan untuk berinvestasi di sektor keuangan dengan iming-iming tingkat keuntungan yang tinggi. Padahal sektor riil yang seharusnya menjadi motor penggerak bisnis melalui multiply effect-nya terhadap sektor riil yang lain dan sektor keuangan yang berfungsi sebagai pendukung sektor riil.
Bila sektor keuangan ini berjalan sendiri, tanpa atau hanya dengan melibatkan sektor riil dengan porsi yang sangat kecil, ini membuat sektor keuangan berjalan sendiri, yang kemudian menyebabkan terjadinya "economic bubble". Bubble ini sewaktu-waktu akan meletus, seperti halnya yang terjadi di tahun 1998.
Jadi, boleh boleh saja investasi di sektor keuangan, tetapi pertimbangkan juga lebih jauh untuk lebih memilih investasi di sektor rill. Keuntungannya juga tidak kalah menarik kok.
Maybe some other time, i will explain more opportunity in real business...
Kamis, 31 Januari 2013
Samsung Galaxy Wonder W GT-I8150 Part II
Ini melanjutkan posting sebelumnya tentang Samsung Galaxy W Wonder GT-I8150 yang saya bahas sebelumnya. Mengenai posting di blog ini, saya merasa sedikit kesulitan dengan tampilan pada opera mini yang saya instal di gadget ini. Hmmm opera mini versi 7.5 yang saya gunakan ternyata tidak sepenuhnya mendukung blogger saat kita membuka situs tersebut. Walhasil, tidak bisa posting dan mengubah berbagai.opsi menu yang ada di situs tersebut. Selanjutnya.saya.mencoba menggunakan browser bawaan Samsung Galaxy W Wonder GT-I8150 yang ternyata mampu lebih baik daripada opmin, tetapi tetap gak bisa langsung ngetik di field postingannya karena keyboard displaynya gak muncul. So, saya coba pake polaris yang nantinya saya copykan ke field postingan blogger. Semoga berhasil...... Dan tunggu postingan selanjutnya ya. Dan setelah mencoba trnyata baik browser bawaan sera opmin yang terinstal digadget ini tidak dapat dicopykan ke field postingan blogger.
terternyata
terternyata
Jumat, 25 Januari 2013
Samsung Galaxy W Wonder GT-I8150
Setelah mencoba ublak ublek galaxy wonder akhirnya lumayan ngerti bagaimana menu yang ada di gadget samsung ini. Sebelumnya saya terbiasa dengan windows phone, tetapi ada berbagai kendala yang saya hadapi terkait gadget dengan OS wp tersebut, sehingga bulatlah tekat untuk meminang samsung galaxy w GT-I8150 ini. Berikut saya ulas deh sedikit pengalaman saya.
Saat menggunakan wp dengan versi 6.5 maklum hp jadul, ternyata ada kelemahan di kecepatan data untuk internet yang hanya bekerja pada maksimal jaringan edge, dan sedangkan hp samsung ini jauh lebih baik dengan teknologi 3G HSPA hingga mampu mencapai 14.4Mbps. Tetapi mungkin masih mimpi yah dapat kecepatan segitu di Indonesia.
Selanjutnya mengenai menu.....kita sambung nanti ya....maklum lagi sibuk dan ini nyempatkan sebentar untuk posting.
Saat menggunakan wp dengan versi 6.5 maklum hp jadul, ternyata ada kelemahan di kecepatan data untuk internet yang hanya bekerja pada maksimal jaringan edge, dan sedangkan hp samsung ini jauh lebih baik dengan teknologi 3G HSPA hingga mampu mencapai 14.4Mbps. Tetapi mungkin masih mimpi yah dapat kecepatan segitu di Indonesia.
Selanjutnya mengenai menu.....kita sambung nanti ya....maklum lagi sibuk dan ini nyempatkan sebentar untuk posting.
Langganan:
Postingan (Atom)
Satu Langkah Besar dari Hidupku... Menikah... Lagi
Setelah posting sebelumnya.... dimana istri tercinta saya meninggal. Kali ini lembaran baru hidupku dibuka kembali... Menikah lagi. Iya.. 28...
-
Setelah posting sebelumnya.... dimana istri tercinta saya meninggal. Kali ini lembaran baru hidupku dibuka kembali... Menikah lagi. Iya.. 28...
-
Kisah pilu, yang tertuang di posting tahun lalu, harus bertambah lagi. Di bagian akhir posting tersebut, saya sudah menceritakan bagaimana k...
-
Setiap orang memiliki rejeki-nya masing-masing. Namun, rejeki dapat dijemput tentunya dengan berusaha. Usaha atau bisnis sudah pasti sangat ...