Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juli 2009

Materi Kuliah Wirausaha Universitas Lambung Mangkurat

Kuliah Wirausaha Universitas Lambung Mangkurat berlangsung di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik selama 4 hari. Silahkan mengunduh materinya berdasarkan jadwal pelaksanaannya.
  1. Senin, 29 Juni 2009 (Registrasi; Pembukaan; Pengantar Kewirausahaan; Manajemen Kewirausahaan; Manajemen Keuangan; Motivasi; Disiplin dan Etika Kerja) Kewirausahaan).
  2. Selasa, 30 Juni 2009 (Strategi Pemasaran; Kuliah Lapangan Pengembangan UMKM; Etika Bisnis; Studi Kelayakan Bisnis).
  3. Jum’at, 03 Juli 2009 (Kepemimpinan; Kuliah Tamu Kiat Pengusaha Sukses; Mengelola Usaha Jasa; Penyusunan Business Plan).
  4. Sabtu, 04 Juli 2009 (Kuliah Tamu Internet Untuk Komunitas Bisnis; Mengelola Bisnis; Konsultasi Penyusunan Business Plan).
Untuk contoh format business plan, silahkan lihat beberapa contoh berikut:
  1. Rencana Bisnis Pusat Desain Internasional Indonesia.
  2. Transport for London Business Plan.
  3. Financial Service Authority Business Plan.
Untuk Materi Pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), silahkan unduh disini.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai rencana bisnis (business plan), silahkan konsultasi via komentar di posting ini.

Jumat, 03 Juli 2009

Rencana Bisnis (Business Plan): Penjelasan Lebih Detail tentang Elemen Kunci Penyusunan Business Plan

Rencana Bisnis (business plan) memiliki berbagai elemen penting. Mengutip dari Business Incubator Centre-Universitas Gunadarma, elemen yang dimaksud dan penjelasannya sebagai berikut:
  1. Ringkasan Eksekutif. Merupakan pintu masuk ke rencana bisnis kita. Ringkasan sebaiknya hanya outline dan lebih menekankan pada butir-butir utama saja.
  2. Tujuan. Tetapkan tujuan kita, misal pangsa pasar, penjualan, dan keuntungan. Yakinkan bahwa tujuan tersebut kongkrit, dan terukur. Tujuan harus menunjukkan tingkat penjualan atau keuntungan, persentase gross margin, laju pertumbuhan, atau pangsa pasar yang ingin diraih. Hindari penggunaan tujuan yang tidak jelas, misal “menjadi yang terbaik” atau pertumbuhan yang cepat, Kita sebaiknya menetapkan paling sedikit tiga tujuan.
  3. Pernyataan Misi. Pernyataan misi mengekspresikan tujuan tertinggi dari perusahaan kita, misalnya menyediakan layanan ke industri tertentu, menyebarkan teknologi baru, atau meningkatkan pendidikan. Jika perusahaan kita mempunyai misi, nyatakan secara sederhana dalam satu atau dua kalimat.
  4. Perusahaan. Buat ringkasan perusahaan dengan menjelaskan secara jelas apa yang dijual, melalui saluran distribusi apa, dan dijual ke siapa/mana.
  5. Kepemilikan Perusahaan. Jelaskan bentuk kepemilikan perusahaan kita. Apakah partnership, sole proprietorship, atau corporation? Publik atau perorangan?
  6. Sejarah Perusahaan. Sebutkan kapan perusahaan didirirkan, oleh siapa, dan dengan tujuan apa. Bagaimana perusahaan berkembang setelah itu? Dimana kita merelokasi kantor, mengembangkan lini produk atau perubahan signifikan lainnya? Ingatlah untuk memasukkan informasi mengenai penjualan, barang/jasa, dan pasar yang dilayani serta bagaiman hal-hal tadi berubah atau berkembang sepanjang waktu. Jika perusahaan kita baru, nyatakan mengapa kita memutuskan memulai berbisnis.
  7. Lokasi dan Fasilitas Perusahaan. Jelaskan dengan ringkas kantor dan lokasi perusahaan, sifat dan fungsinya, luas, status penyewaan, dan informasi mengenai fasilitas lainnya.
  8. Produk/Jasa. Paragraf ini merupakan ringkasan barang dan jasa yang ditawarkan. Ringkasan kita harus point-point-nya saja. dan menjelaskan barang dan jasa kita. Jelaskan bagaimana barang/jasa saling melengkapi satu sama lain atau dijual bersamaan, jika ada.
  9. Deskripsi Barang dan Jasa. Buat List barang dan jasa secara individual dan jelaskan bagaimana barang/jasa tersebut bermanfaat untuk pelanggan.
  10. Karakteristik dan Perbandingan Kompetitif Barang/Jasa. Jelaskan karakteristik bersaing utama dari barang/jasa kita. Mengapa orang-orang membeli barang/jasa kita dibandingkan yang lain? Apakah kita menawarkan yang lebih baik untuk karakteristik, harga,kualitas, atau pelayanannya? Jelaskan sifat penjualan yang khas yang memberikan daya saing.
  11. Layanan Konsumen/Tindak Lanjut Layanan. Jelaskan bagaimana kita menawarkan pelayanan terhadap barang/jasa yang kita jual. Jika perusahaan kita hanya menawarkan jasa, rubahlah judul diatas dengan tindak lanjut layanannya dan jelaskan bagaimana kita menyediakan dukungan terhadap pelanggan. Juga masukkan jam operasi atau kebijakan garansi.
Analisis Pasar
  1. Analisis industri. Informasi yang kita sediakan disini akan menentukan bagian peramalan pasar nanti. Identifikasi dan jelaskan segmen pasar yang mempengaruhi bisnis kita. Gunakan sumber informasi standar untuk membuat evaluasi terhadap trend pasar saat ini yang mempengaruhi rencana pemasaran kita.
  2. Peramalan Pasar/ Pasar Sasaran. Diskusikan posisi perusahaan kita dikaitkan dengan perusahaan lain dalam relung pasar. Garis bawahi unsur kunci, termasuk ukuran pasar dan proyeksi pertumbuhan pasar kita.
  3. Kunci untuk Sukses. Identifikasi keunikan atau nilai jual utama yang dibutuhkan untuk sukses di pasar. Faktor kunci tersebut, misalnya kualitas, harga, atau seleksi akan menentukan kesuksesan bisnis kita. Jelaskan bagaimana nilai jual berkaitan dengan sasaran pelanggan tertentu.
  4. Strategi Bisnis dan Implementasi. Sebutkan strategi umum perusahaan dan jelaskan bagaimana kita akan mengimplementasikannya dalam program bisnis yang efektif. Tentukan apakah strategi kita didasarkan teknologi baru, barang baru, atau sifat produk baru, atau apakah kita memfokuskan pada pemasaran, distribusi, dan pelayanan yang lebih baik. (Sajikan hanya satu strategi bisnis)
  5. Periklanan. Jelaskan bagaimana kita merencanakan periklanan atau memasarkan bisnis kita. Termasuk berbagai brosur, iklan cetak, iklan radio, atau strategi lain yang direncanakan dilaksanakan.
  6. Strategi Pemasaran. Pada saat menjelaskan strategi, lebih menekankan pada bagaimana membuat perusahaan kita lebih spesial atau khas. Misalnya, strategi pemasaran kita akan memfokuskan pada segmen pasar tertentu. Atau, mengkhususkan pada saluran khusus dalam mendistibusikan produk; pada produk baru yang merupakan solusi baru dalam mengatasi masalah yang ada; atau pada cara baru dalam mempromosikan barang/jasa. Apa yang akan perusahaan kerjakan supaya lebih baik dibandingkan perusahaan lain? Bagaimana kita menggunakan periklanan untuk memasarkan produk ke konsumen?
  7. Rencana Penjualan. Jelaskan bagimana kita menjual produk kita. Sebagai contoh, apakah kita akan menjual secara eceran, partai besar, melalui internet, pesanan melalui surat, atau telpon? Akankah kita menggunakan tenaga penjualan? Bagaimana tenaga penjualan dilatih dan bagaimana mereka diberi kompensasi?
  8. Aliansi Strategis. Jelaskan bagaimana perusahaan kita menangani pemasaran bersama, pengembangan bersama, komisi, dan perjanjian kerjasama. Dapatkan kita mengkaitkan promosi kita atau strategi distribusi dengan perusahaan lain yang akan meningkatkan posisi perusahaan kita?
Organisasi. Tunjukkan jumlah pegawai dan manajemen dalam perusahaan kita. Juga, sebutkan jumlah pendiri perusahaan. Akankah perusahaan akan dibagi dalam departemen? Jelaskan.
  1. Struktur Organisasi. Gambarkan diagram struktur organisasi pada perusahaan kita.
  2. Tim Manajemen. Buatlah daftar anggota manajemen perusahaan. Termasuk ringkasan untuk latar belakang dan pengalaman mereka, serta jelaskan fungsi mereka dalam perusahaan.
  3. Kesenjangan Tim Manajemen. Identifikasi jenis ketrampilan yang belum dimiliki tim dan jelaskan bagaimana perusahaan akan mengatasinya. Misalnya, siapa yang akan menyediakan saran atau konsultasi hukum dan pajak.
  4. Pertimbangan tim Manajemen Lainnya. Jelaskan kriteria lain yang mempengaruhi operasi bisnis kita. Misalnya, apakah manajemen atau pegawai memiliki persetujuan “tidak-bersaing” dengan pesaing? Juga, Identifikasi anggota dewan direksi (jika ada) dan jelaskan kontribusinya dalam menjalankan bisnis. Selain itu, buat daftar pemegang saham utama dan jelaskan peranan mereka dalam manajemen.
Analisis Keuangan. Jelaskan atribut keuangan utama perusahaan kita, misalnya proyeksi aliran kas, dan keuntungan bersih untuk tiga atau beberapa tahun kedepan; return on investment; atau internal rate of return. Jelaskan fluktuasi yang mungkin terjadi dari penjualan musiman.
  1. Rencana Keuangan. Sepanjang proyeksi pro forma, kita perlu meringkas point-point penting dari rencana atau strategi keuangan kita. Rincilah bagaimana kita Specify how you merencanakan keuangan kita.
  2. Kapitalisasi dan biaya Start-Up. Bagian ini mencakup biaya start-up dan tabel kapitalisasi. Ringkaslah informasinya dalam tabel tersebut dalam paragraph awal Garis bawahi total biaya yang dibutuhkan untuk memulai bisnis kita, identifikasi asset utama perusahaan, dan/atau daftar pemilik dan investasi mereka.
  3. Laporan Keuangan. Bagian ini harus diisi untuk melengkapi rencana bisnis kita.
  4. Estimasi Biaya. Catatan: Pengeluaran dapat dibuat daftar apakah tetap atau variable. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dari bulan ke bulan sesuai volume penjualan. Misalnya, sewa dan asuransi adalah biaya tetap. Biaya variable adalah biaya yang akan berubah sebagai akibat perubahan volume penjualan.

Kamis, 02 Juli 2009

Rencana Bisnis (Business Plan): Menulis Business Plan Yang Efektif.

Rencana bisnis (Busines Plan) adalah suatu dokumen tertulis yang menggambarkan secara sistematis suatu bisnis atau usaha yang diusulkan.

Sebelum membuat business plan, kita harus mempersiapkan berbagai informasi yang diperoleh melalui riset, baik dari sisi pemasaran, keuangan, produksi, dan sumber daya manusia. Informasi dari hasil riset ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan terkait business plan itu sendiri dan keputusan strategi yang diambil.

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari business plan antara lain:
  1. Upaya memastikan kegiatan bisnis yg akan dilaksanakan atau sedang berjalan tetap pada jalur yg direncanakan.
  2. pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan.
  3. alat untuk mencari dana dari pihak ketiga, seperti investor, lembaga keuangan, dan sumber pendanaan lainnya.
Memang terkadang, menyusun business plan dapat terlihat lebih bersifat intimidasi dibandingkan dengan hasil penelitian pada umumnya. Kesannya membujuk, berupaya meyakinkan dan menarik minat calon investor atau penyandang dana tentunya perlu. Namun, satu hal yang harus diperhatikan bahwa investor atau penyandang dana biasanya tertarik pada business plan yang menjanjikan keuntungan, tetapi mereka akan lebih menekankan perhatian pada bagaimana cara mencapainya.

Kalau bisa diilustrasikan, jika kita menggunakan software komputer dalam memperoleh data dan memprosesnya menjadi informasi, maka tombol cetak pada software komputer mewakili business plan.

Ada beberapa elemen kunci business plan, antara lain:
  1. Ringkasan eksekutif.
  2. Pernyataan misi.
  3. Sejarah perusahaan.
  4. Profil usaha dan industri.
  5. Strategi pemasaran.
  6. Analisa pesaing.
  7. Uraian tim manajemen.
  8. Rencana operasi.
  9. Peramalan pernyataan keuangan.
  10. Proposal pinjaman dan investasi.
Penjelasan lebih lanjut tentang setiap elemen kunci business plan dapat dilihat di disini.

Untuk menyempurnakan teknis penyusunan business plan ikuti kiat-kiatnya pada pembahasan selanjutnya.

Selasa, 23 Juni 2009

Kesempatan Berkarir: Lowongan Pekerjaan untuk Jurusan Manajemen Mana Ya...?

Lowongan Pekerjaan/Kesempatan Berkarir.
PT. Maju Mundur. Kami merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan membuka kesempatan berkarir bagi beberapa kandidat untuk ditempatkan pada posisi:
a. Manajer Keuangan.
b. Staff Keuangan.
c. Manajer HRD (Human Resources Department)
d. Asisten Manajer HRD Personalia
e. Operator/Produksi
f. Manajer Pemasaran
Dengan kualifikasi tiap posisi:
a dan b: S1 Akuntansi, Pengalaman Kerja ..., dst.
c dan d: S1 Psikologi, Pengalaman Kerja ..., dst.
e: S1 Teknik Industri, Pengalaman Kerja ..., dst.
f: S1 semua jurusan.. Pengalaman Kerja ..., dst.
--------------------------------------

Maaf kalau ada yang sudah menyangka ini adalah iklan kesempatan karir beneran. Silahkan telusuri kesempatan berkarir bila kamu sedang mencari kerja. Tetapi ada baiknya bila bisa meluangkan waktu sedikit untuk membaca tulisan ini.

Pernah tidak membaca iklan lowongan pekerjaan seperti diatas. Mungkin formatnya tidak persis sama, paling tidak senada dengan itu. Pasti sering khan. Dari cuplikan iklan lowongan tersebut, ada yang menarik untuk dibahas disini.

Kita semua tahu bahwa dalam Program Studi Manajemen, terdapat 4 konsentrasi. Manajemen Keuangan, Sumber Daya Manusia, Operasional, dan terakhir Manajemen Pemasaran. Tetapi apa yang terjadi. Coba amati semua persyaratan kualifikasi untuk posisi a sampai dengan f. Semua posisi sebenarnya bisa diisi oleh berbagai konsentrasi manajemen. Tetapi overlap antar program studi kemudian membuat perusahaan-perusahaan merekrut karyawan yang memiliki kemampuan teknis. Lalu... dimana ruang bagi lulusan jurusan manajemen?

Tidak perlu kita menyalahkan satu pihak untuk masalah ini. Semuanya berpulang ke diri masing-masing. Jurusan manajemen dibekali ilmu untuk menjadi seorang manajer. Bagi lulusan baru, untuk menjadi manajer biasanya membutuhkan proses. Proses pematangan terhadap kondisi dan lingkungan kerja. Perusahaan tentunya tidak mau merekrut seseorang menjadi manajer di perusahaannya bila perusahaan tidak mengenal atau tahu track record orang tersebut. Jadi memang proses itu penting.

Mengenai kapan proses ini harus dimulai, ini juga relatif. Proses ini sebenarnya bisa dimulai saat sebelum kuliah, sedang kuliah atau nanti setelah kuliah. Pilihan terakhir bukan pilihan buruk tetapi akan lebih baik jika dipersiapkan jauh jauh hari sebelum lulus kuliah.

Maksud saya begini. Untuk menjadi seorang manajer, diperlukan proses pematangan dalam 3 hal pokok.
  1. Dasar keilmuan, yang bisa diperoleh dari bangku kuliah dan berbagai literatur.
  2. Matang Pengalaman, diperoleh dari proses belajar melalui pengalaman diri sendiri dan atau orang lain. Ini memang berproses dan terkadang menyita waktu.
  3. Intuisi bisnis dan judgment. Satu hal yang tidak kalah penting (atau bisa dikatakan sangat penting) adalah kemampuan manajer dalam memutuskan suatu kebijakan untuk pencapaian visi dan pemformulasikan dan pelaksanaan misi dalam upaya mencapai visi. Ketidak pastian terkadang sulit untuk dikalkulasi diatas kertas. Kemampuan intusisi bisnis yang baik dan judgment untuk kebijakan yang baik sangat diperlukan bagi seorang manajer.
Jadi bagi mahasiswa jurusan manajemen. There’s no other way. Just prepare your self to win the competition.

Senin, 15 Juni 2009

Redefinisi Nilai: Upaya Menjawab Tantangan Perubahan

Apabila kebijakan promosi yang diambil perusahaan memberikan hasil yang semakin jauh dari harapan yang ingin dicapai, maka saat itu perlu dilakukan redefinisi tatanan nilai yang meliputi komponen yang berada di dalam maupun di luar perusahaan.

Pada suatu kesempatan saya berbincang dengan rekan saya, seorang karyawan perusahaan. Pembicaraan semakin menghangat manakala ia menyampaikan pandangannya tentang kebijakan atasannya mengenai bentuk promosi yang tepat bagi produk perusahaannya. Rekan saya ini menilai, kebijakan atasannya keliru dalam memberikan hadiah berupa barang tertentu dengan kualitas rendah tanpa dapat ditawar. Ia berpendapat, kebijakan promosi yang tepat adalah dengan pemberian diskon, cash back, atau subsidi. Ini cukup beralasan, karena kondisi perekonomian sedang menurun akibat ditutupnya beberapa perusahaan besar yang sebelumnya merupakan faktor dominan penggerak roda perekonomian setempat.

Apabila kita mengamati lebih dalam, apakah program promosi yang telah dilakukan oleh perusahaan sudah benar, harus dianalisis menggunakan parameter yang tepat. Analisis itu kemudian mengarahkan pada pemilihan manakah yang lebih efektif antara pemberian hadiah barang atau pemberian diskon. Ataukah perusahaan harus menetapkan kebijakan promosi yang lain.

Kebingungan ini akan segera terpecahkan bila kita memahaminya sebagai suatu nilai yang dipegang konsumen. Kita harus memahami, setiap konsumen memiliki nilai yang sama terhadap suatu objek, yang dalam hal ini adalah produk. Komposisi variabel pembentuk nilai lah yang bervariasi, tergantung preferensi konsumen. Hasil dari variasi variable pembentuk nilai ini yang kemudian memberikan penjelasan, mengapa terjadi persepsi yang berbeda antara orang satu dan lainnya tentang mahal, murah, serta baik atau kurang baiknya suatu produk.

Banyak variabel yang dapat membentuk tatanan nilai. Berbicara mengenai produk, variabel pembentuk tatanan nilai ini dapat terbentuk oleh variabel kualitas, harga, kemudahan memperoleh, promosi, informasi, pelayanan purna jual, ketersediaan suku cadang, posisi persaingan terhadap produk relatif terhadap produk pesaing, serta berbagai variabel lainnya yang kemudian dibalut dengan pelayanan yang baik. Perusahaan harus jeli mengidentifikasi variabel apa saja yang paling dominan mempengaruhi tatanan nilai dari segmen pasarnya, untuk kemudian menetapkan strategi pemasaran yang tepat.

Pada kasus perusahaan tempat rekan saya bekerja, kesalahan mungkin terjadi pada bagaimana memetakan tatanan nilai yang dipegang segmen pasar perusahaan. Mengkampanyekan kualitas terbaik serta penetapan harga tinggi dengan menganggap produk perusahaan bukan produk murahan tanpa melakukan analisis secara relatif terhadap produk pesaing, memang kedengarannya menggelikan. Konsumen sudah banyak belajar dari pengalaman dan derasnya arus informasi membuat mereka semakin kritis dan mampu memilih, produk mana yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhannya melalui tatanan nilai yang dipegangnya.

Segencar apa pun promosi yang dilakukan untuk mendukung penjualan produk tanpa didukung diferensiasi produk yang menawarkan nilai yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen, akan sia-sia. Promosi sebaiknya diarahkan pada keunggulan produk yang berbeda dibandingkan dengan produk pesaing. Mempromosikan terus menerus suatu bidang yang sudah diketahui masyarakat, hanya akan menghasilkan pandangan negatif mereka bahwa memang produk perusahaan tidak memiliki nilai kompetitif.

Pelajaran yang dapat dipetik dari sini adalah pertama, perusahaan harus mendefinisikan kembali tatanan nilai yang dipegang segmen pasarnya. Seiring kemudahan mengakses informasi dan konsumen semakin kritis, tentunya pergeseran tatanan nilai tidak mungkin terelakkan. Me-redefinisi tatanan nilai yang dipegang konsumen khususnya segmen pasar produk perusahaan, atau bahkan menciptakan permintaan produk yang menawarkan nilai lebih tinggi yang mungkin sebelumnya belum terpikirkan oleh konsumen.

Kedua, identifikasi diferensiasi produk perusahaan yang dapat menawarkan keunggulan kompetitif yang tepat sasaran sesuai kecenderungan tatanan nilai yang dipegang segmen pasar tujuan. Melalui proses ini, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai bagaimana bentuk promosi yang tepat dan dapat diterapkan perusahaan.

Ketiga, tetapkan kebijakan promosi yang paling tepat. Kebijakan ini tentunya harus melalui mekanisme yang benar dan berbagai pertimbangan seperti biaya dan sumberdaya pendukung lainnya. Dalam arti, semua pihak terkait baik langsung maupun tidak harus terlibat dan bekerja sama dalam upaya menyukseskan program promosi tersebut.

Keempat, umpan balik. Proses ini perlu untuk menguji apakah kebijakan promosi yang dijalankan perusahaan sudah tepat. Selain itu, untuk mengantisipasi pergeseran tatanan nilai yang dipegang segmen sasaran. Melalui proses analisis mendalam, dapat dilihat apakah kebijakan promosi yang dilakukan masih relevan ataukah harus diubah. Apabila ternyata harus diganti, proses penentuan kebijakannya sebaiknya melalui tiga tahapan yang disebutkan sebelumnya.

Berbagai kebijakan mengenai produk perusahaannya seperti penetapan harga, peluncuran produk baru dan pelayanan bagi konsumen juga akan lebih baik apabila melalui prosedur seperti ini. Diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan menciptakan produk baru menetapkan harganya dan dibalut dengan pelayanan yang sesuai tatanan nilai yang dipegang konsumen.

Satu Langkah Besar dari Hidupku... Menikah... Lagi

Setelah posting sebelumnya.... dimana istri tercinta saya meninggal. Kali ini lembaran baru hidupku dibuka kembali... Menikah lagi. Iya.. 28...