Tampilkan postingan dengan label Kesempatan Berkarir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesempatan Berkarir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Januari 2022

Selain Jualan, di Pasar, ini adalah Profesi Berpenghasilan OK!

Pada beberapa kesempatan, di saat ada waktu senggang, menarik untuk turun langsung ke pasar. Selain pasar modern, pasar tradisional juga menarik untuk dikunjungi. Di pasar tradisional sendiri, ternyata juga terbagi lagi, ada yang biasanya menjadi pusat, yang biasanya disebut pasar sentral, di mana dari pasar ini pedagang biasanya membeli dalam jumlah relatif banyak untuk dijual lagi atau dijadikan bahan baku produksi mereka. Ada juga pasar yang relatif kecil, yang menjual produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam radius yang lebih kecil.


Sangat menarik untuk melihat bagaimana ada pedagang yang pengunjungnya ramai, sedang, hingga sepi. Namun, fokus kita kali ini bukan tentang pedagang, tetapi profesi pendukung yang ada di pasar. Sebut saja, jasa angkut, jasa makelar, dan jasa lainnya contohnya bila di pasar ikan, ada profesi yang siap membantu pembeli untuk menyiangi (membersihkan sisik dan isi perut) ikan.


Terlihat sepele, tetapi cukup lumayan juga potensi pendapatnya. Saat ini, upah menyiangi ikan adalah sebesar Rp.3000,-/kg. Bisa dibayangkan bila dalam sehari dapat menyiangi sebanyak 50kg ikan. Itu artinya, pendapatan dari jasa ini adalah sebesar Rp.150 ribu dalam sehari. Sangat lumayan mengingat pekerjaan ini membutuhkan keterampilan (skill) yang relatif mudah untuk dipelajari. Kuncinya adalah kemauan untuk belajar, berlatih, dan kesabaran. Satu lagi yang tidak kalah penting adalah faktor gengsi. Bila penyakit gengsi ini sudah bercokol, maka akan semakin sulit untuk mendapatkan penghasilan yang layak.


Di kesempatan lain, kita akan bahas hal menarik lainnya yang umumnya hanya akan didapatkan dengan blusukan ke pasar tradisional.

Kamis, 03 Maret 2011

Daftar Nama BUMN Di Indonesia

Daftar Nama BUMN Indonesia dikelompokkan berdasarkan sektor atau jenis industrinya. Jenis industrinya antara lain: perbankan, asuransi, jasa pembiayaan, jasa konstruksi, konsultan konstruksi, jasa penilai, jasa lainnya, telekomunikasi, pelabuhan, pelayaran, kebandarudaraan, angkutan darat, logistik, perdagangan, pengerukan, industri farmasi, pariwisata, kawasan industri, usaha penerbangan, dok dan perkapalan, perkebunan, pertanian, perikanan, pupuk, kehutanan, kertas, percetakan dan penerbitan, pertambangan, energi, industri berbasis teknologi, baja dan konstruksi baja, industri pertahanan, semen, industri sandang, aneka industri

Perbankan

Asuransi

Jasa Pembiayaan

Jasa Konstruksi

PT Adhi Karya Tbk

Konsultan Konstruksi

Penunjang Konstruksi

Jasa Penilai

Jasa Lainnya

Telekomunikasi

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Perum Produksi Film Negara

Pelabuhan

Pelayaran

Kebandarudaraan

Angkutan Darat

Logistik

Perdagangan

Pengerukan

Industri Farmasi

Pariwisata

Kawasan Industri

Usaha Penerbangan

Dok dan Perkapalan

Pertanian

Perikanan

Pupuk

Kehutanan

Kertas

Percetakan dan Penerbitan



Pertambangan

Energi

Industri Berbasis Teknologi

Baja dan Konstruksi Baja



Industri Pertahanan

Semen

Industri Sandang

Aneka Industri


Selasa, 23 Juni 2009

Baca Iklan Kesempatan Berkarir dan Lowongan Pekerjaan

Berikut ini adalah iklan kesempatan berkarir dan lowongan pekerjaan yang dimuat dalam situs kami. Silahkan berselancar mencari iklan yang paling sesuai dengan Anda.

Bagi Anda yang ingin memasang iklan kesempatan berkarir dan lowongan pekerjaan silahkan masuk di menu Pasang Iklan Kesempatan Berkarir dan Lowongan Pekerjaan.



Anda juga bisa melihat lebih detail dalam format Web page disini.


Hormat kami:


Media Tata Utama

Pasang Iklan Kesempatan Berkarir dan Lowongan Pekerjaan

Bagi perusahaan atau pihak pemasang iklan kesempatan karir dan lowongan pekerjaan, Silahkan isi form dibawah ini:



Semoga Anda mendapatkan karyawan sesuai seperti yang Anda harapkan.

Hormat kami,


Media Tata Utama

Kesempatan Berkarir: Lowongan Pekerjaan untuk Jurusan Manajemen Mana Ya...?

Lowongan Pekerjaan/Kesempatan Berkarir.
PT. Maju Mundur. Kami merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan membuka kesempatan berkarir bagi beberapa kandidat untuk ditempatkan pada posisi:
a. Manajer Keuangan.
b. Staff Keuangan.
c. Manajer HRD (Human Resources Department)
d. Asisten Manajer HRD Personalia
e. Operator/Produksi
f. Manajer Pemasaran
Dengan kualifikasi tiap posisi:
a dan b: S1 Akuntansi, Pengalaman Kerja ..., dst.
c dan d: S1 Psikologi, Pengalaman Kerja ..., dst.
e: S1 Teknik Industri, Pengalaman Kerja ..., dst.
f: S1 semua jurusan.. Pengalaman Kerja ..., dst.
--------------------------------------

Maaf kalau ada yang sudah menyangka ini adalah iklan kesempatan karir beneran. Silahkan telusuri kesempatan berkarir bila kamu sedang mencari kerja. Tetapi ada baiknya bila bisa meluangkan waktu sedikit untuk membaca tulisan ini.

Pernah tidak membaca iklan lowongan pekerjaan seperti diatas. Mungkin formatnya tidak persis sama, paling tidak senada dengan itu. Pasti sering khan. Dari cuplikan iklan lowongan tersebut, ada yang menarik untuk dibahas disini.

Kita semua tahu bahwa dalam Program Studi Manajemen, terdapat 4 konsentrasi. Manajemen Keuangan, Sumber Daya Manusia, Operasional, dan terakhir Manajemen Pemasaran. Tetapi apa yang terjadi. Coba amati semua persyaratan kualifikasi untuk posisi a sampai dengan f. Semua posisi sebenarnya bisa diisi oleh berbagai konsentrasi manajemen. Tetapi overlap antar program studi kemudian membuat perusahaan-perusahaan merekrut karyawan yang memiliki kemampuan teknis. Lalu... dimana ruang bagi lulusan jurusan manajemen?

Tidak perlu kita menyalahkan satu pihak untuk masalah ini. Semuanya berpulang ke diri masing-masing. Jurusan manajemen dibekali ilmu untuk menjadi seorang manajer. Bagi lulusan baru, untuk menjadi manajer biasanya membutuhkan proses. Proses pematangan terhadap kondisi dan lingkungan kerja. Perusahaan tentunya tidak mau merekrut seseorang menjadi manajer di perusahaannya bila perusahaan tidak mengenal atau tahu track record orang tersebut. Jadi memang proses itu penting.

Mengenai kapan proses ini harus dimulai, ini juga relatif. Proses ini sebenarnya bisa dimulai saat sebelum kuliah, sedang kuliah atau nanti setelah kuliah. Pilihan terakhir bukan pilihan buruk tetapi akan lebih baik jika dipersiapkan jauh jauh hari sebelum lulus kuliah.

Maksud saya begini. Untuk menjadi seorang manajer, diperlukan proses pematangan dalam 3 hal pokok.
  1. Dasar keilmuan, yang bisa diperoleh dari bangku kuliah dan berbagai literatur.
  2. Matang Pengalaman, diperoleh dari proses belajar melalui pengalaman diri sendiri dan atau orang lain. Ini memang berproses dan terkadang menyita waktu.
  3. Intuisi bisnis dan judgment. Satu hal yang tidak kalah penting (atau bisa dikatakan sangat penting) adalah kemampuan manajer dalam memutuskan suatu kebijakan untuk pencapaian visi dan pemformulasikan dan pelaksanaan misi dalam upaya mencapai visi. Ketidak pastian terkadang sulit untuk dikalkulasi diatas kertas. Kemampuan intusisi bisnis yang baik dan judgment untuk kebijakan yang baik sangat diperlukan bagi seorang manajer.
Jadi bagi mahasiswa jurusan manajemen. There’s no other way. Just prepare your self to win the competition.

Jumat, 12 Juni 2009

Potensi Besar Internet: Bagaimana Memperoleh Keuntungan Melalui Internet

Dewasa ini seiring perkembangan jaman, bagi sebagian orang internet sudah menjadi suatu kebutuhan. Bagaikan pisau, internet mempunyai dua sisi. Sisi positif bila internet digunakan untuk fasilitas perkembangan dan kemaslahatan umat manusia, namun disisi lain internet juga mampu memfasilitasi terjadinya hal-hal negatif.

Terlepas dari segala sisi negatifnya, internet memang banyak menjanjikan keuntungan. Internet memberkan ruang bagi terciptanya bisnis-bisnis baru. Semakin banyaknya orang yang mengakses internet menjadi peluang (atau ancaman) bagi produsen. Produsen dapat mengembangkan pasar yang lebih luas melalui menawarkan produk mereka dengan cara yang unik dan bersifat personal di internet. Dalam artian internet hanya digunakan sebagai pendukung dari aktivitas usaha mereka yang sudah ada.

Seiring perkembangan waktu, untuk memfasilitasi kebutuhan produsen-produsen tadi, maka muncul bisnis-bisnis baru yang tidak kalah menariknya. Web hosting, jual beli domain, web design, affiliate program, review program, dan masih banyak lagi program yang menjanjikan tambahan penghasilan yang lumayan.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, siapakah yang bisa terjun ke bisnis ini? Apakah membutuhkan modal besar? Bagaimana caranya? Jawabannya, semua orang bisa yang dibutuhkan hanya bisa membaca dan menulis. Mengenai modal, dengan modal minim bahkan hanya bermodalkan koneksi internet, kita bisa memulai bisnis ini dimulai dengan membuat website dan atau blog pribadi. Nah mengenai caranya, silahkan berselancar di blog ini untuk lebih detailnya dan ikuti terus perkembangannya.

Wassalam

Minggu, 07 Juni 2009

Standar Gaji Indonesia: Apa Gaji Kamu Sudah Sesuai?

Pengangguran. Satu kata ini memang jadi momok yang menakutkan. Tidak nyaman rasanya mendengar kata ini nempel di status pekerjaan kita. Apalagi kalau nempelnya di nama yang sudah ada embel-embel gelarnya. Malu rasanya. Berkelit dengan mengaku berprofesi sebagai pengacara (baca: pengangguran banyak acara) pun terkadang jadi senjata untuk mengatasi ketidak nyamanan ini.

Badan Pusat Statistik Indonesia mempublikasikan pada bulan Agustus tahun 2008 tingkat pengguran mencapai 8,39% dengan perhitungan bahwa terdapat 9.394.515 orang angkatan kerja yang menganggur. Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja mencapai 102.552.750 orang. Terlepas dari kemungkinan ketidak akuratannya, data ini paling tidak, bisa memberikan gambaran besarnya jumlah pengangguran di negeri tercinta kita ini. Klik disini untuk lebih detailnya.

Terlepas dari itu semua, bagi kamu yang gak mau jadi penganguran dan sedang mencari kerja atau kamu yang sudah kerja tetapi bingung mau memutuskan tetap kerja di tempat sekarang atau ingin pindah ke tempat lain tentunya banyak hal yang harus dipersiapkan. Persiapan mental, spiritual, dan dukungan materi tentunya juga harus kamu pertimbangkan.

Bagi kamu yang sedang dan akan mengikuti proses seleksi penerimaan karyawan di sektor swasta (coz: pegawai negeri, gaji sudah terstandar) selain harus punya referensi diri mengenai kompetensi yang kamu tawarkan, kamu juga harus bisa menilai seberapa besar komptensi kamu terkait manfaatnya terhadap perusahaan sasaran. Jelaskan dengan gamblang mengapa kamu layak untuk menduduki posisi yang kamu inginkan.

Satu hal yang terkadang menurut kita, orang timur, kedengarannya tabu untuk diperdebatkan adalah besaran gaji. Akibatnya kita hanya mereka-reka tanpa punya gambaran jelas tentang berapa standar gaji untuk posisi yang kita minati atau yang sedang kita geluti. Sebagai bahan pertimbangan, Kelly Services Indonesia spesialis rekruitmen tenaga kerja mempublikasikan berbagai standar gaji karyawan tahun 2008/09 untuk berbagai posisi di berbagai industri.

Besaran gaji setiap industri bervariasi. Sebagai gambaran untuk industri perbankaan dan keuangan, dari yang terkecil dengan posisi remittence/settlement/loan clerk bergaji minimal Rp. 1.500.000,- per bulan, hingga posisi Finance Manager dengan gaji maksimal Rp. 35.000.000,- per bulan. Untuk lebih jelasnya silahkan download filenya dengan link disini.

Tetapi harus diingat, banyak hal yang mempengaruhi besaran gaji tersebut. Lokasi misalnya. Tentu tidak akan sama standar gaji di Jakarta dengan di berbagai kota kecil di Indonesia. Bagaimanapun juga, selain menimbang kapasitas kamu, kebutuhan hidup juga harus menjadi pertimbangan kamu untuk mengajukan besaran gaji bagi kamu sebagai calon karyawan. Menegosiasi kembali standar gaji sangat mungkin dilakukan bagi kamu yang berstatus karyawan aktif.

Sabtu, 06 Juni 2009

Pengusaha, Profesi Dambaan Mahasiswa

Di awal tatap muka perkuliahan, terkadang saya membuat survey atau pooling kecil kecilan tentang minat dan ketertarikan mahasiswa dalam memilih profesi setelah lulus kuliah. Menjadi penting, karena dengan ini paling tidak saya bisa sedikit meraba-raba peta arah tujuan mahasiswa. Informasi dasar ini nantinya juga bisa digunakan untuk menggali lebih dalam untuk mengembangkan metode belajar mengajar sesuai karakter dan kepribadian mereka.

Satu contoh survey dari beberapa survey sejenis yang pernah saya lakukan akan kita coba amati. Survey ini melibatkan 56 mahasiswa ber-NIM genap yang mengambil mata kuliah Manajemen Keuangan tahun 2008/2009. Mahasiswa diminta untuk memasukkan tiga skala prioritas minat dan keinginan mereka setelah lulus kuliah. Penjelasan alasan pemilihan profesi tersebut juga dicantumkan.

Dari sebaran data yang ada, terlihat bahwa minat dan keinginan yang menjadi prioritas utama mahasiswa adalah menjadi manajer/pegawai (38%), kemudian menjadi pengusaha (34%), pegawai negeri (13%), pegawai bank (11%), serta guru/dosen (2%). Pemilihan jurusan manajemen sebagai disimplin ilmu yang diambil oleh mahasiswa mungkin bisa memberikan gambaran bahwa sebagian besar dari mereka ingin menjadi manajer. Bos lah .. bahasa kerennya. Ini memang sangat lumrah tetapi tentunya harus dibarengi dengan upaya maksimal untuk bisa mencapainya.

Letak geografis lingkungan mahasiswa mungkin sedikit banyak membangun pandangan yang serupa terhadap pilihan sebagai pengusaha. Kata “pengusaha” mungkin sangat efektif memberikan citra yang “baik” bagi masyarakat. Ditambah lagi dengan menterengnya gelimangan harta (baca: hutang) yang dijanjikan dari pilihan profesi pengusaha ini walaupun sebagian besar sifatnya kurang bersahabat dengan alam, pertambangan batu baru.

Prioritas kedua dari mahasiswa terlihat mulai bergeser dimana pengusaha dan pegawai bank sama besar peminatnya (27%) dan pegawai negeri (15%). Sedangkan pada prioritas ketiga, pengusaha masih menjadi pilihan utama dengan 27%, diikuti dengan pegawai negeri 18% serta manajer/pegawai (11%). Pemilihan profesi sebagai pegawai negeri terlihat meningkat drastis disini. Dari berbagai esai yang diberikan, hal senada yang sering muncul atas alasan dipilihnya profesi ini adalah adanya tunjangan hari tua walaupun gaji yang ditawarkan tidak besar.

Secara keseluruhan, menjadi pengusaha tetap menjadi pilihan dengan prioritas tertinggi. Tidak salah memang, tetapi harus diingat bahwa menjadi pengusaha tidak cukup hanya dengan berbekal pengetahuan di bangku kuliah. Perlu ada pengembangan tambahan dalam hal-hal kepribadian dan motivasi yang tinggi untuk selalu belajar. Baik belajar melalui pengalaman diri maupun pengalaman dari pihak lain. Visi yang dapat memacu motivasi, misi yang efisien dan tegas juga harus menjadi bagian dari paket yang harus dipenuhi sebagai bagian dari 10 karakter entrepreneur.

Satu Langkah Besar dari Hidupku... Menikah... Lagi

Setelah posting sebelumnya.... dimana istri tercinta saya meninggal. Kali ini lembaran baru hidupku dibuka kembali... Menikah lagi. Iya.. 28...