Samsung Galaxy Wonder W GT-I8150 Part II
Ini melanjutkan posting sebelumnya tentang Samsung Galaxy W Wonder GT-I8150 yang saya bahas sebelumnya. Mengenai posting di blog ini, saya merasa sedikit kesulitan dengan tampilan pada opera mini yang saya instal di gadget ini. Hmmm opera mini versi 7.5 yang saya gunakan ternyata tidak sepenuhnya mendukung blogger saat kita membuka situs tersebut. Walhasil, tidak bisa posting dan mengubah berbagai.opsi menu yang ada di situs tersebut. Selanjutnya.saya.mencoba menggunakan browser bawaan Samsung Galaxy W Wonder GT-I8150 yang ternyata mampu lebih baik daripada opmin, tetapi tetap gak bisa langsung ngetik di field postingannya karena keyboard displaynya gak muncul. So, saya coba pake polaris yang nantinya saya copykan ke field postingan blogger. Semoga berhasil...... Dan tunggu postingan selanjutnya ya. Dan setelah mencoba trnyata baik browser bawaan sera opmin yang terinstal digadget ini tidak dapat dicopykan ke field postingan blogger.
  terternyata

Samsung Galaxy W Wonder GT-I8150
Setelah mencoba ublak ublek galaxy wonder akhirnya lumayan ngerti bagaimana menu yang ada di gadget samsung ini. Sebelumnya saya terbiasa dengan windows phone, tetapi ada berbagai kendala yang saya hadapi terkait gadget dengan OS wp tersebut, sehingga bulatlah tekat untuk meminang samsung galaxy w GT-I8150 ini. Berikut saya ulas deh sedikit pengalaman saya.

Saat menggunakan wp dengan versi 6.5 maklum hp jadul, ternyata ada kelemahan di kecepatan data untuk internet yang hanya bekerja pada maksimal jaringan edge, dan sedangkan hp samsung ini jauh lebih baik dengan teknologi 3G HSPA hingga mampu mencapai 14.4Mbps. Tetapi mungkin masih mimpi yah dapat kecepatan segitu di Indonesia.

Selanjutnya mengenai menu.....kita sambung nanti ya....maklum lagi sibuk dan ini nyempatkan sebentar untuk posting.
2.1. Mengapa penting untuk memformulasi dan memperjelas topik riset?

2.1. Mengapa penting untuk memformulasi dan memperjelas topik riset?

Sebelum memulai sebuah proyek riset kita harusnya sudah memiliki ide. Ini mungkin merupakan bagian yang paling sulit, dan tentunya penting, yang merupakan bagian dari proyek riset. Tanpa adanya ide yang jelas, akan sulit untuk merencanakan bagaimana riset tersebut harus dijalankan. Bila diilustrasikan dengan perjalanan menuju suatu tempat, ide merupakan suatu tempat yang akan dituju. Kita tidak bisa jalan begitu saja tanpa arah tujuan. Bila tujuan tidak dapat diidentifikasi dengan baik, maka akan sangat sulit untuk menentukan jalan mana yang akan diambil, alat yang akan digunakan, dan cara menggunakannya dalam upaya mencapai tujuan. Sehingga baik jalan, cara, dan alat yang diambil menjadi tidak penting.

Memformulasi dan memperjelas topik riset merupakan titik suatu awal riset. Bila topik riset sudah jelas, akan lebih mudah untuk menetapkan strategi riset, pengumpulan data, dan teknik analisis yang tepat. Memformulasikan dan memperjelas topik riset menyita banyak waktu dan mungkin menemui jalan buntu. Namun, tanpa meluangkan waktu untuk hal ini, akan sangat sulit untuk sukses dalam riset.

Tahap awal dalam memformulasikan dan memperjelas topik riset adalah membuat dan menyempurkanan ide riset, selanjutnya mengubah ide riset menjadi permasalahan dan tujuan riset. Namun sebelum membahas itu, akan lebih baik jika kita memahami bagaimana ciri riset yang baik.


Bab 2. Memformulasi dan Memperjelas Topik Riset
Bab 2. Memformulasi dan Memperjelas Topik Riset

Outline:
2.1. Mengapa penting untuk memformulasi dan memperjelas topik riset?
2.2. Ciri topik riset yang baik
2.3. Membuat dan menyempurnakan ide riset
2.4. Mengubah ide riset menjadi proyek riset
2.5. Menulis proposal riset


Daftar isi  
1.4. Proses Riset/Penelitian
1.  Sifat riset bisnis dan manajemen dan struktur buku ini
1.4. Proses Riset/Penelitian

Banyak sumber yang menyajikan bagaimana proses riset/penelitian itu seharusnya dilakukan dalam melakukan dan menyelesaikan proyek riset/penelitian. Sebagian besar menjelaskan berbagai tahapan yang dibuat bervariasi jumlahnya. Tetapi umumnya terdiri dari formulasi dan memperjelas topik, review literatur, memilih strategi, mengupulkan data, menganalisis data dan terakhir menulis laporan akhir.

Meskipun tahapannya jelas dan secara linier, namun dalam prakteknya sangat jarang periset yang betul-betul taat pada kaidah tersebut. Umumnya, tahapan yang sudah digambarkan sebelumnya tidak hanya dilakukan dalam satu kali saja, akan tetapi banyak yang kembali pada beberapa tahapan sebelumnya dan melalukan penyesuaian kembali begitu seterusnya sehingga gambaran prosedur baku yang umumnya ada di text book, praktis tidak banyak digunakan. Berikut gambar proses riset.

Gambar 1.2. 
Proses Riset
  
 Sumber: Mark Saunders, Philip Lewis and Thornhill, 2003


Daftar isi 
 
1.3.Pengertian riset/penelitian bisnis dan manajemen

      1.  Sifat riset bisnis dan manajemen dan struktur buku ini
1.3. Pengertian riset/penelitian bisnis dan manajemen

Menurut Easterby-Smith et al. (2002), tiga kombinasi yang membuat bisnis dan manajemen berbeda adalah:
  1. Cara manajer (dan periset) menggambarkan pengetahuan yang dikembangkan oleh disiplin yang lain;
  2. Fakta bahwa manajer cenderung berkuasa dan sibuk sehingga tidak membiarkan peneliti terlibat didalamnya kecuali  ada alasan personal atau komersial.
  3. Syarat bagi periset untuk mendapatkan menghasilkan konsekuensi praktis yaitu dapat diterapkan dalam bisnis dan manajemen.
Gambar 1.1
Perbedaan Riset Dasar dan Riset Terapan


Riset Dasar
Riset Terapan
Tujuan:
- Peningkatkan pengetahuan proses bisnis dan manajemen.
- Hasil dari prinsip universal terkait dengan proses dan hubungannya dengan hasil.
- Temuan bersifat umum dan berlaku universal.

Konteks:
- Dilakukan oleh orang yang berbasis di universitas.
- Pilihan topik dan tujuan ditentukan oleh peneliti.
- Waktu yang fleksibel.
Tujuan:
- Memperbaiki pemahaman permasalahan bisnis dan manajemen tertentu.
- Pengetahuan baru terbatas pada permasalahan.
- Temuan praktis bersifat khusus yang relevan dengan nilai pada manajer dalam organisasi.
Konteks:
- Dilakukan oleh orang yang berlatar belakan beragam baik dari organisasi atau dari universitas.
- Tujuan dinegosiasi dengan negosiator.
- Keterbatasan waktu.

Sumber: Author’s experience; Easterby-Smith et al. (2002); Hendrick et al. (1993).

Meskipun riset yang dilakukan merupakan riset terapan, seharusnya dilakukan dengan dasar yang tepat yaitu sesuai metode, sehingga harus memperhatikan seluruh proses riset.

  • Komen Terkini