Yuk ngomongin tentang IQ
Menurut blog silviastriani definisi IQ, SQ, dan EQ adalah sebagai berikut:
Kecerdasan Intelektual (IQ) adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah informasi menjadi fakta.
Kecerdasan Spiritual (SQ) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti dan memberi maknapada apa yang di hadapi dalam kehidupan, sehingga seseorang akan memiliki fleksibilitas dalam menghadapi persoalan dimasyarakat.
Kecerdasan Emosional (EQ) adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.

Menurut website brainking-indonesia.com pengelompokan IQ dapat dilihat seperti berikut:
Mengenai tingkatan IQ sendiri, para ahli mengklasifikasikannya menjadi 10 tingkatan. Dimulai dari tingkatan terendah (Idiot), hingga tingkatan tertinggi (Genius). Berikut pembahasan lengkap mengenai tingkatan-tingkatan IQ.

#1. Tingkatan IQ Idiot (0-29)
Di tingkatan terendah adalah mereka yang memiliki nilai IQ 0 hingga 29. Jangankan masalah akademis, untuk mengurus kebutuhan pribadi saja mereka membutuhkan bantuan dari orang lain. Bahkan untuk berbicara saja mereka tak mampu. Karena kondisinya yang sangat lemah, sering kali mereka yang berada di kategori ini tidak bisa bertahan hidup cukup lama.

#2. Tingkatan IQ Imbecile (30-40)
Kondisi mereka yang tergolong Imbecile sedikit lebih baik dari anak-anak yang tergolong kategori idiot. Namun, karena IQ yang mereka miliki hanya berkisar dari 30 hingga 40 saja, mereka masih membutuhkan pengawasan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

#3. Tingkatan IQ Debil / Moron / Mentally Retarted (50-69)
Tingkatan IQ yang ketiga disebut dengan Debil, Moron, atau Mentally retarted. Nilai IQ mereka hanya berkisar antara 50 hingga 69 saja. Anak-anak yang tergolong kategori ini sudah dapat mengikuti pendidikan formal, walaupun masih harus di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang memang diperuntukan untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus.

#4. Tingkatan IQ Dull / Bordeline (70-79)
Anak-anak yang berada di tingkatan IQ Dull atau Bordeline sudah tidak dapat digolongkan sebagai kategori terbelakang. Namun karena nilai IQ-nya masih sangat rendah, yakni 70 hingga 79, maka mereka juga belum dapat dikategorikan sebagai anak-anak normal.

#5. Tingkatan IQ Below Avarage / Normal Rendah (80-89)
Tingkatan IQ normal rendah atau Below avarage adalah kategori anak-anak normal, namun berada di posisi terbawah. Nilai IQ golongan ini berkisar antara 80 sampai 89. Biasanya, mereka termasuk anak-anak yang cenderung lambat dalam mengikuti materi pelajaran di sekolah.

#6. Tingkatan IQ Normal Sedang (90-109)
Tingkatan IQ normal sedang merupakan golongan terbanyak dari populasi manusia di dunia. Mereka adalah anak-anak yang memang normal dalam kecerdasannya, tidak tinggi dan tidak rendah pula. Nilai IQnya berada di kisaran 90 hingga 109.

#7. Tingkatan IQ Above Avarage / Normal Tinggi (110-119)
Mereka yang masih tergolong normal, namun cenderung lebih cerdas dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan nilai IQ 110 hingga 119 termasuk golongan normal tinggi atau Above avarage.

#8. Tingkatan IQ Superior / Cerdas (120-129)
Orang-orang yang mempunyai nilai IQ antara 120 sampai 129 digolongkan ke dalam kategori Superior atau cerdas. Mereka adalah orang-orang yang berbakat di bidang akademis dan tergolong mudah dalam mengikuti kegiatan belajar di jenjang pendidikannya.

#9. Tingkatan IQ Gifted / Very Superior / Sangat Cerdas (130-139)
Ada 3 istilah yang digunakan untuk menjuluki orang-orang yang berada di tingkatan IQ peringkat ke sembilan ini, yakni Gifted, Very superior, atau sangat cerdas (di Indonesia). Orang-orang yang berada di kategori ini memiliki nilai IQ yang berkisar antara 130 hingga 139.

#10. Tingkatan IQ Genius (140 ke Atas)
Tingkatan IQ tertinggi dikenal dengan sebutan jenius. Orang-orang yang termasuk kategori ini mempunyai nilai IQ 140 ke atas. Beberapa tokoh dunia yang berada di tingkatan IQ ini di antaranya Albert Einstein, B.J. Habibie, Thomas Alva Edison, dan masih banyak lagi.

Seberapa tingkat IQ Anda? Anda dapat mendatangi lembaga psikologi untuk melakukan test tersebut. Tetapi apapun itu, kita tetap harus bersyukur dengan apa yang kita punya dan berusaha memperbaikinya atau meningkatkannya.

Referensi:
https://silviastrilyani.wordpress.com/2013/02/11/pengertian-iq-eq-dan-sq/
https://brainking-indonesia.com/ini-dia-klasifikasi-tingkatan-iq-pada-manusia/

Pengalaman Ujian Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE)
Salah satu sertifikasi yang dapat diambil oleh pelaku pasar modal, selain ASPI, WMI, dan WPEE adalah WPPE. Sertifikat ini diberikan bagi orang yang dianggap telah memiliki pengetahuan yang cukup sebagai perantara perdagangan efek (broker) di Pasar Modal. Berbagai profesi yang relevan dengan penyebaran dan ekspansi informasi ke masyarakat selain broker itu sendiri, ada profesi lain yang memiliki peran sentral dalam ekspansi informasi tersebut salah satunya adalah dosen.
Pada tanggal 16-17 Januari 2018, Ticmi menyelenggarakan training of trainer bagi dosen yang diselenggarakan di Banjarmasin.

Rangkaian program pelatihan untuk trainier ini diakhiri dengan ujian kecapakapan pasar modal WPPE (Wakil Perantara Perdagangan Efek). For the first trial, I was not successfully passed all the tests. Dari empat sub-test, ada dua sub-test yang saya terpaksa harus mengulang karena belum memenuhi passing grade minimal. Jelas saja, lama gak megang ginian trus gak ada belajar-belajarnya karena gak dapat bahan yang akan diujikan akibat kekeliruan proses registrasi. Efeknya email saya gak termasuk sebagai email peserta program tersebut yang menjadi media distribusi bahan ujian. Yah sudahlah,

Setelah beberapa minggu kemudian, juga karena terpaksa karena didesak penyelenggara untuk cepat ujian, akhirnya saya putusan untuk ujian. Sendirian saja. Malu kalo ketauan orang gak lulus lagi, he he he. Tapi Alhamdulillah, bisa lulus semua dengan nilai yang sangat memuaskan, ha ha ha. Kalo mahasiswa, maka nilai yang saya dapat pasti A. Tapi tenang, ini bukan penilaian sebagaimana mahasiswa pada umumnya. Ini cuman ngejar passing grade. Jadi notifikasinya menyatakan saya LULUS. Tinggal tunggu proses cetak sertifikat untuk salanjutnya digunakan untuk pengajuan Ijin WPPE nya di Bursa Efek Indonesi (BEI).
Final Test Bahasa Inggris Universitas Lambung Mangkurat
Final test Bahasa Inggris untuk nim genap Jurusan Manajemen Universitas Lambung Mangkurat silahkan klik link ini.


Keterangan: Password akan diberikan saat memulai ujian.

Fenomena Klenik di Negeriku
Belakangan ini banyak kasus terbongkarnya fenomena metafisik di media masa. Hmmm ini menarik untuk dibahas mengingat sebenarnya kasus seperti ini tidak hanya baru ini saja terjadi. Bahkan sejarah panjang berdirinya negeri ini dari rakyat jelata hingga setingkat presiden di negeri ini tidak lepas dari hal yang demikian.

Secara emosional saya bisa memahami bagaimana beratnya menyadarkan seseorang untuk tidak bergantung dan percaya lagi dengan hal yang belum menyentuh nalar ini. Bahkan orang terdekat saya juga pernah menjadi korban. Bukan hanya sekali, tetapi beberapa kali dengan modus yang beragam. Menyedihkan memang. Harta benda yang telah dikumpulkan dengan cara yang halal melayang hanya dalam hitungan sekejap bahkan meninggalkan hutang yang bebannya harus ditanggung bertahun-tahun kemudian.

Saya percaya dengan ilmu pengetahuan yang semakin maju dan berkembang. Namun untuk yang satu ini belum dapat dibuktikan secara komperhensif mengenai keanehan metafisika. Harapan untuk mengetahui dan memahami esensi metafisik tersebutlah yang mungkin menginspirasi berbagai temuan yang bersinggungan dengan itu. Teleportasi, telpati, transformasi, dan sebagainya belakangan ini sudah mulai dijawab dengan teknologi. Setidaknya hal ini menggugah manusia untuk mewujudkan sesuatu yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Bagaimana pun itu, sebenarnya ada dua pendekatan yang bisa digunakan untuk memahami fenomena supranatural tersebut. Pertama yaitu ketauhitan yang berorientasi akhirat dimana tiada daya upaya yang lebih hebat dari sang pencipta, Allah SWT dimana manusia harus menyembah dan mengikuti segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Kedua, keduniawian yang lebih memfokuskan pada pemenuhak kebutuhan duniawi semata, seperti pangkat, kedudukan, harta, jabatan, dan uang. Bila kita fokus pada perintah Allah SWT, insyaAllah kedua hal tersebut akan lebih mudah direngkuh, namun bila lebih menitik beratkan pada keduniawian, efeknya akan semakin jauh dari nilai nilai kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak.
Suku Bunga Negatif Perbankan Jepang
Tokyo - Sebuah langkah yang mengejutkan, bank sentral Jepang, Bank of Japan akan menerapkan suku bunga negatif.
Suku bunga acuan Jepang akan ditetapkan -0,1%. Yang artinya, perbankan justru akan mengenakan biaya kepada para pemegang deposito, yang seharusnya pemegang deposito lah yang mendapatkan bunga dari perbankan.
Penerapan suku bunga negatif ini untuk menekan merosotnya ekonomi Jepang saat ini, yang merupakan ekonomi terbesar ketiga di dunia.
Bank Sentral Eropa juga menerapkan hal yang sama untuk bisa menjaga perekonomiannya, yaitu dengan menerapkan kebijakan suku bunga negatif.
Keputusan tersebut telah disetujui oleh 5 dari 9 suara di rapat dewan gubernur BoJ.
"BoJ akan memangkas suku bunga ke negatif jika dinilai perlu," tulis Bank of Japan, seperti dilansir BBC , Jumat (29/1/2016).
Keputusan memangkas suku bunga akan terus berlanjut hingga target inflasi sebesar 2% bisa tercapai.
Mengapa Jepang membuat langkah ini?
- Jepang saat ini sedang menghadapi inflasi yang sangat rendah. Masyarakat Jepang kelebihan uang karena mereka lebih memilih berinvestasi dan menyimpan uangnya di bank dibandingkan untuk belanja.
- Pemotongan biaya pinjaman perbankan. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengeluaran domestik dan investasi bisnis.
- Hal ini juga bertujuan untuk mendorong kenaikan inflasi. Masyarakat Jepang didorong untuk membelanjakan uangnya ketimbang menyimpannya di bank.
Inflasi Jepang per Desember 2015 tercatat hanya 0,1%, jauh di bawah target bank sentral Jepang.
Bursa saham Asia naik dan nilai tukar yen jatuh di seluruh perdagangan merespons pengumuman tersebut.
"Suku bunga negatif adalah salah satu instrumen yang terakhir yang akan dilakukan BOJ," kata Martin Schulz dari Fujitsu Institute di Tokyo.
Schulz memperingatkan bahwa di zona euro, suku bunga negatif dilakukan untuk mengatasi krisis keuangan, sedangkan Jepang untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi yang selama ini bejalan lambat.
"Di Jepang, penyaluran kredit tidak gencar bukan karena bank tidak mau meminjamkan, tetapi karena mereka tidak melihat perspektif bisnis yang bagus ke depan, dengan suku bunga negatif sekali pun".
"Mereka membutuhkan peluang investasi dan itu hanya dapat dicapai oleh reformasi struktural,bukan dengan kebijakan moneter," katanya.
(drk/hns)
Sumber:detik.com
Test Potensi Akademik (TPA) dan Test of English As Foreign Language (TOEFL) organized by DIKTI
Pada awal tahun 2010, Dirjen Dikti menyelenggarankan test potensi akademik (TPA), dan test bahasa inggris (Toefl) bagi dosen yang berada dibawah kementerian tersebut. Saat itu, seperti biasa lembaga dimana saya bernaung mengalami kendala birokrasi seperti surat yang sangat lambat untuk didistribusikan untuk sampai ke si penerima. Benar saja, informasi itu kami terima hanya berselang dua hari sebelum kedua test tersebut dilaksanakan. Tapi, ya begitulah kondisinya.

Terus terang, saat itu tidak ada informasi detail peruntukan hasil test tersebut. Apakah akan digunakan untuk menilai kinerja pegawai atau apa, terus terang saya tidak mendapatkan informasi valid. Yang ada di benak kami, hanya membayangkan bahwa ini adalah salah satu proses evaluasi dan mengukur kemampuan dosen sebagai tenaga pendidik akan kedua indikator yang berbeda tersebut.
Selang waktu dua hari, (efektifnya sih, satu setengah hari), tidak banyak persiapan yang bisa dilakukan, belum lagi sehari sebelumnya ada mata kuliah yang harus disampaikan ke mahasiswa. Singkat kata, tidak ada persiapan.

Teng tong…., Hari test tiba. Sambil ketawa ketiwi, karena memang gak ada persiapan. Test dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama, sesi pagi test potensi akademik dulu. Penyelenggaranya OTTO BAPPENAS.  Sungguh test yang melelahkan, dan harus dilakukan dengan strategi. Saya nyesal karena salah strategi disini, seharusnya kalo strategi saya benar, saya pasti bisa dapet skor yang jauh lebih baik. Setelah break ishoma, siang hari dilanjutkan dengan test bahasa inggris. Parahnya sound systemnya saat listening gak jelas, yah maklum saja, karena testnya di aula yang memang tidak dipersiapkan untuk test semacam ini.

Gak ditunggu tunggu, ternyata hasilnya keluar. Selebaran hasil test disebarkan ke seluruh dosen. Sebenarnya saya tidak begitu setuju dengan dibukanya hasil seperti itu. Untuk alasan privasi. Hasilnya ya, saya dapat skor yang biasa saja. 528 untuk TPA dan 470 untuk TOEFL. Ha ha ha. Seharusnya skor TPA tersebut bisa lebih tinggi mengingat saat mendaftar di Program Magister Sains Universitas Gadjah Mada tahun 2001, saya mendapatkan skor sedikit lebih dari 550, tepatnya 554,90. Sedangkan untuk bahasa inggris, Ini pengalaman pertama saya ikut test ITP-TOEFL. Di UGM, test bahasa inggisnya hanya diselenggarakan oleh Laboratorium Bahasa UGM, jadi bisa dikategorikan TOEFL Prediction, bukan ITP-TOEFL. Selain hasil test masuk, mungkin hasil test TPA dan TOEFL ini juga yang menunjang saya untuk bisa langsung diterima sebagai mahasiswa Program Magister Sains Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada tanpa melalui matrikulasi pada saat itu.

Sampai kedua skor tersebut kami terima, kami masih belum punya gambaran untuk apa skor tersebut. Kemudian, setelah berselang beberapa minggu, ada pengumuman undangan DIKTI untuk mengikuti program pelatihan bahasa inggris bagi dosen untuk studi lanjut di Luar Negeri.  Awalnya sih saya masuk cadangan untuk program tersebut, tetapi setelah beberapa minggu, bahwa saya termasuk yang diundang. Kata orang, kalo sudah rejeki gak akan kemana. Tapi ini belum akhir dari cerita. Saya akan sambung lagi cerita ini di kesempatan yang lain yaitu tentang program pelatihan bahasa inggris bagi dosen di Lingkungan Ditjen Dikti untuk Studi Lanjut di Luar Negeri.
  • Komen Terkini