Salam,
Sudah lama sekali saya tidak mengupdate blog ini. Banyak hal yang bisa diceritakan selama periode dimana jeda ini. Namun dari sekian banyak cerita, yang terbesit di kepala saya adalah perencanaan keuangan.
Belakangan ini marak pemberitaan adanya kasus yang melibatkan seorang investor dengan perencana keuangannya. Ini menarik karena ini terkait dengan uang. Iya. Investasi yang diharapkan di masa yang akan datang dapat menghasilkan sejumlah uang. Apalagi bila perencana keuangan punya optimisme lebih.
Di lain pihak, dari sisi perencana keuangan, investor seharusnya dapat mengambil keputusan terkait investasi yang ditawarkan. Semakin besar nilai investasi yang ditawarkan, dalam hal ini meskipun secara tidak langsung, semakin besar kemungkinan perencana keuangan mendapatkan keuntungan. Belum lagi hal ini menjadi sarana promosi untuk mendapatkan klien yang lebih banyak lagi bila mereka mampu menunjukkan klien yang ada.
Perencana keuangan, umumnya cenderung menyarankan untuk berinvestasi di sektor keuangan dengan iming-iming tingkat keuntungan yang tinggi. Padahal sektor riil yang seharusnya menjadi motor penggerak bisnis melalui multiply effect-nya terhadap sektor riil yang lain dan sektor keuangan yang berfungsi sebagai pendukung sektor riil.
Bila sektor keuangan ini berjalan sendiri, tanpa atau hanya dengan melibatkan sektor riil dengan porsi yang sangat kecil, ini membuat sektor keuangan berjalan sendiri, yang kemudian menyebabkan terjadinya "economic bubble". Bubble ini sewaktu-waktu akan meletus, seperti halnya yang terjadi di tahun 1998.
Jadi, boleh boleh saja investasi di sektor keuangan, tetapi pertimbangkan juga lebih jauh untuk lebih memilih investasi di sektor rill. Keuntungannya juga tidak kalah menarik kok.
Maybe some other time, i will explain more opportunity in real business...
Tampilkan postingan dengan label Sektor Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sektor Keuangan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 Mei 2014
Kamis, 29 Juli 2010
Roadshow Campus to Campus BEI di Universitas Lambung Mangkurat
Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat terpilih untuk menyelenggarakan Program Roadshow Campus to Campus yang digelar oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan ini merupakan peringatan dibukanya kembali pasar modal 33 tahun yang lalu setelah vakum beberapa periode.
Terpilihnya FE Unlam untuk menyelenggarakan program ini bukan tanpa alasan. Pojok BEI (IDX Corner) FE Unlam yang merupakan ekpansi informasi tentang pasar modal untuk kalangan mahasiswa, mampu membukukan nilai transaksi rata-rata 6 milyar per bulan. Terbaik secara nasional katanya.
Saya "ditodong" oleh rekan-rekan untuk memandu acara seminar (moderator) tersebut. Sempat nolak, tetapi yah akhirnya saya terima juga tantangan itu sebagai sarana pembelajaran. Lama rasanya sudah tidak terlibat aktif di bidang ini. Tahun 1998-2001 dulu, kami sering menyelenggarakan kegiatan semacam ini di Makassar.
Keynote Speech dibawakan oleh ibu Nur Haidah dari BAPEPAM-LK, dan Nara Sumber I Bpk. Supandi selaku Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia PT. Bursa Efek Indonesia (BEI), Nara Sumber II Bpk Bambang Widodo selaku Direktur PT. KPEI, dan Nara Sumber III Bpk. Sulistyo Budi selaku Direktur PT. KSEI.
Singkat kata, kesimpulan dari seminar tersebut yaitu peran pasar modal sebagai sarana investasi, mempertemukan antara pihak yang membutuhkan dana yaitu emiten dengan pihak yang kelebihan dana atau investor. Peran yang lain adalah menjembatani investasi jangka panjang dan pendek serta berperan dalam memfasilitasi transfer dana yang kurang produktif menjadi dana yang lebih produktif.
Potensi pasar modal masih sangat besar,ini terbukti dengan jumlah perusahaan potensial 1.500 buah yang belum mencatatkan sahamnya di lantai bursa (saat ini berjumlah 410 emiten). Potensi karir di pasar modal semuanya terstandar. Ujian tertulis terkait pemilihan profesi bisa berupa wakil manajer investasi (wmi), wakil penjamin emisi efek (wpee), dan wakil perantara emisi efek (wppe) yang masing masing arahnya jelas sesuai dengan jenis ujian yang diambil.
KPEI bertugas sebagai lembaga kliring ditetapkan hak dan kewajiban, novasi yang merupakan intermediasi sebagai mitra penyeimbang yang dimungkinkan karena sudah menggunakan sistem scriptless. KPEI juga bertindak sebagai penjaminan yang menjamin terselesaikannya transaksi dalam kurun waktu t+3. Hal ini dimungkinkan karena ada perangkat pengendalian risiko melalui penyertaan berbagai macam agunan. Bila terjadi wanpestasi, maka eksekusi akan dilakukan KPEI berdasarkan tingkat likuiditas dari agunan yang tersedia.
PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merupakan lembaga penyimpanan dan penyelesaian efek yang ditransaksikan baik di dalam maupun diluar bursa. Disinilah akun investor melalui brokernya dicatat. Untuk memudahkan para investor dalam memonitor portofolio mereka, maka diperkenalkanlah Kartu AKses. Dengan fasilitas ini maka tindakan broker atas efek yang dipercayakan kepadanya untuk ditransaksikan dapat dipantau sehingga dapat meminimalisir penyalahgunaan.
Setelah dua sesi tanya jawab, tibalah waktu pembagian door prize yaitu tiga prize uang senilai 250rb dan satu prize utama senilai 500rb. Saya membayangkan betapa senangnya bila proses belajar mengajar mahasiswa dapat seantusias seperti saat pembagian door prize tersebut.
Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari dari kedua belah pihak. Yang menarik disini kenang-kenangan dari BEI berupa patung "Bull" yang menandakan ekspektasi pasar modal indonesia agar terus bullish atau naik, bukan bearish atau turun.
Semoga kita mendapat manfaat sebesar-besarnya dari pertemuan ini. Amien. Walaupun mungkin kurang sesuai dengan arah hati nurani.
Terpilihnya FE Unlam untuk menyelenggarakan program ini bukan tanpa alasan. Pojok BEI (IDX Corner) FE Unlam yang merupakan ekpansi informasi tentang pasar modal untuk kalangan mahasiswa, mampu membukukan nilai transaksi rata-rata 6 milyar per bulan. Terbaik secara nasional katanya.
Saya "ditodong" oleh rekan-rekan untuk memandu acara seminar (moderator) tersebut. Sempat nolak, tetapi yah akhirnya saya terima juga tantangan itu sebagai sarana pembelajaran. Lama rasanya sudah tidak terlibat aktif di bidang ini. Tahun 1998-2001 dulu, kami sering menyelenggarakan kegiatan semacam ini di Makassar.
Keynote Speech dibawakan oleh ibu Nur Haidah dari BAPEPAM-LK, dan Nara Sumber I Bpk. Supandi selaku Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia PT. Bursa Efek Indonesia (BEI), Nara Sumber II Bpk Bambang Widodo selaku Direktur PT. KPEI, dan Nara Sumber III Bpk. Sulistyo Budi selaku Direktur PT. KSEI.
Singkat kata, kesimpulan dari seminar tersebut yaitu peran pasar modal sebagai sarana investasi, mempertemukan antara pihak yang membutuhkan dana yaitu emiten dengan pihak yang kelebihan dana atau investor. Peran yang lain adalah menjembatani investasi jangka panjang dan pendek serta berperan dalam memfasilitasi transfer dana yang kurang produktif menjadi dana yang lebih produktif.
Potensi pasar modal masih sangat besar,ini terbukti dengan jumlah perusahaan potensial 1.500 buah yang belum mencatatkan sahamnya di lantai bursa (saat ini berjumlah 410 emiten). Potensi karir di pasar modal semuanya terstandar. Ujian tertulis terkait pemilihan profesi bisa berupa wakil manajer investasi (wmi), wakil penjamin emisi efek (wpee), dan wakil perantara emisi efek (wppe) yang masing masing arahnya jelas sesuai dengan jenis ujian yang diambil.
KPEI bertugas sebagai lembaga kliring ditetapkan hak dan kewajiban, novasi yang merupakan intermediasi sebagai mitra penyeimbang yang dimungkinkan karena sudah menggunakan sistem scriptless. KPEI juga bertindak sebagai penjaminan yang menjamin terselesaikannya transaksi dalam kurun waktu t+3. Hal ini dimungkinkan karena ada perangkat pengendalian risiko melalui penyertaan berbagai macam agunan. Bila terjadi wanpestasi, maka eksekusi akan dilakukan KPEI berdasarkan tingkat likuiditas dari agunan yang tersedia.
PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merupakan lembaga penyimpanan dan penyelesaian efek yang ditransaksikan baik di dalam maupun diluar bursa. Disinilah akun investor melalui brokernya dicatat. Untuk memudahkan para investor dalam memonitor portofolio mereka, maka diperkenalkanlah Kartu AKses. Dengan fasilitas ini maka tindakan broker atas efek yang dipercayakan kepadanya untuk ditransaksikan dapat dipantau sehingga dapat meminimalisir penyalahgunaan.
Setelah dua sesi tanya jawab, tibalah waktu pembagian door prize yaitu tiga prize uang senilai 250rb dan satu prize utama senilai 500rb. Saya membayangkan betapa senangnya bila proses belajar mengajar mahasiswa dapat seantusias seperti saat pembagian door prize tersebut.
Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari dari kedua belah pihak. Yang menarik disini kenang-kenangan dari BEI berupa patung "Bull" yang menandakan ekspektasi pasar modal indonesia agar terus bullish atau naik, bukan bearish atau turun.
Semoga kita mendapat manfaat sebesar-besarnya dari pertemuan ini. Amien. Walaupun mungkin kurang sesuai dengan arah hati nurani.
Langganan:
Postingan (Atom)
Satu Langkah Besar dari Hidupku... Menikah... Lagi
Setelah posting sebelumnya.... dimana istri tercinta saya meninggal. Kali ini lembaran baru hidupku dibuka kembali... Menikah lagi. Iya.. 28...
-
Setelah posting sebelumnya.... dimana istri tercinta saya meninggal. Kali ini lembaran baru hidupku dibuka kembali... Menikah lagi. Iya.. 28...
-
Kisah pilu, yang tertuang di posting tahun lalu, harus bertambah lagi. Di bagian akhir posting tersebut, saya sudah menceritakan bagaimana k...
-
Setiap orang memiliki rejeki-nya masing-masing. Namun, rejeki dapat dijemput tentunya dengan berusaha. Usaha atau bisnis sudah pasti sangat ...