Tampilkan postingan dengan label Operasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Operasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2009

Gugus Kendali Mutu: Daur Pengendalian Mutu

Di pembahasan sebelumnya kita telah membahas mengenai definisi Gugus Kendali Mutu. Setelah membahas bagaimana cara mengidentifikasi masalah, kita selanjutnya melangkah pada sekuens selanjutnya yaitu daur pengendalian mutu.

DR. Edward Deming memperkenalkan konsep Daur Pengendalian Mutu (Quality Control Cycle, QQC) yang memberikan gambaran bagaimana langkah-langkah yang harus diambil oleh tim dalam gugus kendali mutu untuk terus-menerus melakukan perbaikan. Konsep QQC ini berupa serangkaian langkah Plan, Do, Check, Action (PDCA) yang dijelaskan dengan langkah-langkah beserta contoh penerapannya dalam keuangan praktis berikut:
  1. Plan. Merupakan rencana perubahan untuk perbaikan. Untuk contoh kasus pada penyempurnaan sistem informasi keuangan. Mungkin awalnya perusahaan hanya menggunakan spread sheet untuk sebagai suatu sistem informasi keuangan yang lebih dominan dikerjakan secara manual. Seluruh kegiatan keuangan dicatat dimasukkan dalam spread sheet kemudian diolah hingga diperoleh informasi keuangan yang diinginkan. Menyadari kondisi yang sangat menyita waktu dan tidak efisian ini, manajemen kemudian merencanakan untuk membuat suatu sistem informasi keuangan yang lebih otomatis untuk menutupi kelemahan sistem sebelumnya.
  2. Do. Lakukan perubahan untuk perbaikan yang telah direncanakan sebelumnya. Setelah sistem baru dibuat kemudian sistem tersebut harus dijalankan. Ada beberapa metode peralihan ke sistem baru yang dapat dipilih oleh perusahaan. Misalnya batch, pilot, atau cut off. Akan tetapi lebih banyak perusahaan yang memilih menggunakan pilot karena dengan cara ini, risiko kesalahan dan kerusakan data akibat bug dari program yang belum sempurna, dapat diminimalisir. Sistem ini dijalankan untuk beberapa periode waktu, misalnya 6 bulan, untuk selanjutnya akan dilakukan langkah selanjutnya.
  3. Check. Uji efek perubahan. Setelah sistem informasi keuangan yang baru dijalankan, harus dilakukan pemeriksaan kembali, apakah sistem tersebut sudah berjalan seperti apa yang diharapkan. Bila ternyata sudah, lanjutkan ke langkah berikutnya. Langka ini juga diperlukan untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan sistem dimana kelemahan sistem informasi keuangan yang dibuat, yang mendapat perhatian lebih. Hasil identifikasi ini diharapkan akan menjadi masukan bagi penyempurnaan sistem selanjutnya.
  4. Action. Laksanakan perubahan yang telah diuji. Disini, penggunaan sistem baru, sudah siap, dan digunakan secara penuh. Sistem lama ditinggalkan. Proses ini memakan waktu yang relatif lebih panjang, misalnya dalam hitungan beberapa tahun. Selama sistem berjalan, review tetap dilakukan untuk dijadikan bahan masukan bagi penyempurnaan selanjutnya. Kemudian langkah selanjutnya, kembali lagi ke langkah 1. (plan).

Jumat, 14 Agustus 2009

Gugus Kendali Mutu: Identifikasi Gejala (Symtom) vs Masalah (Problem)

Solusi yang baik harus diawali dengan pengidentifikasian masalah dengan baik. Ilustrasinya terkait pengidentifikasian masalah seperti bisa dilihat artikelnya disini, dimana pertanyaaan yang baik dapat menggiring pada pemecahan masalah yang baik.

Konsultan, baik konsultan keuangan, konsultan manajemen, dan profesi sejenis, harus kritis dalam urusan yang satu ini. Kurang terampil membedakan gejala dan masalah bisa menyebabkan usulan pemecahan masalah bersifat sia-sia, dan bahkan dapat memperparah kondisi yang sudah ada.

Gejala atau symtom, sebenarnya merupakan efek yang timbul akibat adanya masalah. Untuk mengatasi masalah, kita tidak bisa hanya menghilangkan efek tersebut. Cari akar permasalahannya, dan kemudian beri treatmen pemecahan masalah. Demikian pula sebaliknya, bila kita bisa mengidentifikasi masalah (problem) dengan baik dari gejala-gejala yang ada, biasanya efek gejala tersebut akan sendirinya hilang dengan diatasinya masalah tersebut.

Satu masalah, biasanya dicerminkan dengan beberapa gejala. Logikanya, keberadaan masalah di suatu elemen pembentuk sistem, membuat tingkat sinergi sistem tersebut akan berkurang. Ketimpangan ini yang kemudian menciptakan gejala-gejala baru. Permasalahan yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala ini harus cepat diidentifikasi dan diberi perlakuan pemecahan masalah. Jika tidak segera diberi treatment atau pengobatan, bukan tidak mungkin, gejala-gejala tersebut berubah menjadi masalah-masalah baru. Tambah runyam deh.

Contoh kasus dibidang keuangan praktis, misalnya dalam keluarga. Kondisi dimana suatu keluarga yang selalu mengalami kesulitan keuangan. Bagi yang gajian, gaji habis padahal masih tengah bulan. Gaji habis, bukan merupakan masalah. Ini adalah gejala. Coba identifikasi gejala, gejala yang lain, misalnya tidak ada program keuangan jangka panjang keluarga. Tidak adanya anggaran untuk keperluan tiba-tiba. Ini semua adalah gejala.

Lalu, permasalahannya kira-kira apa? Coba ajukan beberapa kemungkinan akar permasalahaanya. Dengan menggunakan konsep gugus kendali mutu (GKM), kita bisa melibatkan seluruh anggota keluarga. Atau bila tidak memungkinkan, bapak, ibu, dan satu anak representatif, cukup untuk bisa mengidentifikasi alternatif akar masalahnya. Masing-masing mengajukan gambaran permasalahan yang dihadapi. Dari situ nanti muncul beberapa alternatif masalah seperti, pertama, terlalu banyak pengeluaran yang tidak begitu prioritas, misalnya jajan. Kedua, kurangnya gaji bulanan untuk pos pengeluaran rutin. Ketiga, terlalu besarnya proporsi pembayaran angsuran kredit, hingga menggerus jumlah kas yang dipegang, dan lain sebagainya.

Dalam konteks keuangan (dan berlaku juga dalam konteks yang lebih luas), permasalah sendiri, memiliki tiga bentuk yaitu permasalah terstruktur, dimana sangat sederhana dan hubungan sebab akibatnya mudah dibaca, contohnya boros akibatnya pengeluaran melunjak . Bentuk permasalahan selanjutnya adalah permasalah tidak terstruktur contohnya bencana alam yang termasuk dalam kategori force major contohnya dana cadangan untuk jaga-jaga, besaran pengeluarannya tidak bisa diprediksi dengan tepat. Sedangkan permasalahan semi tersetruktur, misalnya kita ingin memenovasi rumah. Selain dana aggaran yang dapat diprediksi terkadang kita juga harus menghadapi force major seperti banjir pada saat renovasi sehingga banyak material rusak dan pengerjaan lambat dan tidak sempurna yang berujung pada dibutuhkannya dana tambahan untuk renovasi.

Dari beberapa pengajuan alternatif masalah, kita diperhadapkan pada kendala keakuratan dalam merumuskan masalah. Untuk meminimalisir terjadi kesalahan dalam mengidentifikasi dan menentukan akar masalah, sebenarnya ada 7 alat yang dapat digunakan, antara lain: check sheet & grafik, stratifikasi, diagram pareto, diagram sebab-akibat, histogram, scatter diagram, control chart. Kita membahasnya selanjutnya.

Kamis, 13 Agustus 2009

Gugus Kendali Mutu: Suatu Pengantar

Di suatu kesempatan, saya diminta untuk membawakan seminar dan pelatihan dengan tema “Gugus Kendali Mutu” di sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan kayu yang berkantor di Kapuas, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini sebenarnya merupakan satu dari serangkaian kegiatan yang diprogramkan selama satu tahun.

Konsep gugus kendali mutu (GKM), sebenarnya bukanlah suatu konsep yang baru. Konsep ini merupakan pengembangan dari Kaizen, yaitu sistem kendali mutu berkesinambungan yang berasal dari negeri matahari, Jepang.

Pengertian GKM, dalam konteks perusahaan adalah sekelompok kecil karyawan yang terdiri 3 - 8 orang dari unit kerja yang sama dengan sukarela secara berkala dan berkesinambungan mengadakan pertemuan untuk melakukan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah.

Adapun tujuan umum dari GKM adalah mendayagunakan seluruh aset yang dimiliki perusahaan/instansi terutama sumber daya manusianya secara lebih baik, guna meningkatkan mutu dalam arti luas. Sedangkan tujuan khusus GKM antara lain:
  1. Peningkatan mutu dan peningkatan nilai tambah.
  2. Peningkatan produktivitas sekaligus penurunan biaya.
  3. Peningkatan kemampuan penyelesaian pekerjaan sesuai target.
  4. Peningkatan moral kerja dengan merubah tingkah laku.
  5. Peningkatan hubungan yang baik antara atasan dan bawahan.
  6. Peningkatan ketrampilan dan keselamatan kerja.
  7. Peningkatan kepuasan kerja.
  8. Pengembangan tim (Gugus Kendali Mutu)
Pembahasan mengenai bagaimana mengidentifikasi masalah, konsep daur pengedali mutu, langkah-langkah pengendalian mutu, alat-alat yang digunakan, serta bagaimana membantuk tim GKM, akan saya bahas di pembahasan selanjutnya.

Sabtu, 04 Juli 2009

Materi Kuliah Wirausaha Universitas Lambung Mangkurat

Kuliah Wirausaha Universitas Lambung Mangkurat berlangsung di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik selama 4 hari. Silahkan mengunduh materinya berdasarkan jadwal pelaksanaannya.
  1. Senin, 29 Juni 2009 (Registrasi; Pembukaan; Pengantar Kewirausahaan; Manajemen Kewirausahaan; Manajemen Keuangan; Motivasi; Disiplin dan Etika Kerja) Kewirausahaan).
  2. Selasa, 30 Juni 2009 (Strategi Pemasaran; Kuliah Lapangan Pengembangan UMKM; Etika Bisnis; Studi Kelayakan Bisnis).
  3. Jum’at, 03 Juli 2009 (Kepemimpinan; Kuliah Tamu Kiat Pengusaha Sukses; Mengelola Usaha Jasa; Penyusunan Business Plan).
  4. Sabtu, 04 Juli 2009 (Kuliah Tamu Internet Untuk Komunitas Bisnis; Mengelola Bisnis; Konsultasi Penyusunan Business Plan).
Untuk contoh format business plan, silahkan lihat beberapa contoh berikut:
  1. Rencana Bisnis Pusat Desain Internasional Indonesia.
  2. Transport for London Business Plan.
  3. Financial Service Authority Business Plan.
Untuk Materi Pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), silahkan unduh disini.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai rencana bisnis (business plan), silahkan konsultasi via komentar di posting ini.

Jumat, 03 Juli 2009

Rencana Bisnis (Business Plan): Penjelasan Lebih Detail tentang Elemen Kunci Penyusunan Business Plan

Rencana Bisnis (business plan) memiliki berbagai elemen penting. Mengutip dari Business Incubator Centre-Universitas Gunadarma, elemen yang dimaksud dan penjelasannya sebagai berikut:
  1. Ringkasan Eksekutif. Merupakan pintu masuk ke rencana bisnis kita. Ringkasan sebaiknya hanya outline dan lebih menekankan pada butir-butir utama saja.
  2. Tujuan. Tetapkan tujuan kita, misal pangsa pasar, penjualan, dan keuntungan. Yakinkan bahwa tujuan tersebut kongkrit, dan terukur. Tujuan harus menunjukkan tingkat penjualan atau keuntungan, persentase gross margin, laju pertumbuhan, atau pangsa pasar yang ingin diraih. Hindari penggunaan tujuan yang tidak jelas, misal “menjadi yang terbaik” atau pertumbuhan yang cepat, Kita sebaiknya menetapkan paling sedikit tiga tujuan.
  3. Pernyataan Misi. Pernyataan misi mengekspresikan tujuan tertinggi dari perusahaan kita, misalnya menyediakan layanan ke industri tertentu, menyebarkan teknologi baru, atau meningkatkan pendidikan. Jika perusahaan kita mempunyai misi, nyatakan secara sederhana dalam satu atau dua kalimat.
  4. Perusahaan. Buat ringkasan perusahaan dengan menjelaskan secara jelas apa yang dijual, melalui saluran distribusi apa, dan dijual ke siapa/mana.
  5. Kepemilikan Perusahaan. Jelaskan bentuk kepemilikan perusahaan kita. Apakah partnership, sole proprietorship, atau corporation? Publik atau perorangan?
  6. Sejarah Perusahaan. Sebutkan kapan perusahaan didirirkan, oleh siapa, dan dengan tujuan apa. Bagaimana perusahaan berkembang setelah itu? Dimana kita merelokasi kantor, mengembangkan lini produk atau perubahan signifikan lainnya? Ingatlah untuk memasukkan informasi mengenai penjualan, barang/jasa, dan pasar yang dilayani serta bagaiman hal-hal tadi berubah atau berkembang sepanjang waktu. Jika perusahaan kita baru, nyatakan mengapa kita memutuskan memulai berbisnis.
  7. Lokasi dan Fasilitas Perusahaan. Jelaskan dengan ringkas kantor dan lokasi perusahaan, sifat dan fungsinya, luas, status penyewaan, dan informasi mengenai fasilitas lainnya.
  8. Produk/Jasa. Paragraf ini merupakan ringkasan barang dan jasa yang ditawarkan. Ringkasan kita harus point-point-nya saja. dan menjelaskan barang dan jasa kita. Jelaskan bagaimana barang/jasa saling melengkapi satu sama lain atau dijual bersamaan, jika ada.
  9. Deskripsi Barang dan Jasa. Buat List barang dan jasa secara individual dan jelaskan bagaimana barang/jasa tersebut bermanfaat untuk pelanggan.
  10. Karakteristik dan Perbandingan Kompetitif Barang/Jasa. Jelaskan karakteristik bersaing utama dari barang/jasa kita. Mengapa orang-orang membeli barang/jasa kita dibandingkan yang lain? Apakah kita menawarkan yang lebih baik untuk karakteristik, harga,kualitas, atau pelayanannya? Jelaskan sifat penjualan yang khas yang memberikan daya saing.
  11. Layanan Konsumen/Tindak Lanjut Layanan. Jelaskan bagaimana kita menawarkan pelayanan terhadap barang/jasa yang kita jual. Jika perusahaan kita hanya menawarkan jasa, rubahlah judul diatas dengan tindak lanjut layanannya dan jelaskan bagaimana kita menyediakan dukungan terhadap pelanggan. Juga masukkan jam operasi atau kebijakan garansi.
Analisis Pasar
  1. Analisis industri. Informasi yang kita sediakan disini akan menentukan bagian peramalan pasar nanti. Identifikasi dan jelaskan segmen pasar yang mempengaruhi bisnis kita. Gunakan sumber informasi standar untuk membuat evaluasi terhadap trend pasar saat ini yang mempengaruhi rencana pemasaran kita.
  2. Peramalan Pasar/ Pasar Sasaran. Diskusikan posisi perusahaan kita dikaitkan dengan perusahaan lain dalam relung pasar. Garis bawahi unsur kunci, termasuk ukuran pasar dan proyeksi pertumbuhan pasar kita.
  3. Kunci untuk Sukses. Identifikasi keunikan atau nilai jual utama yang dibutuhkan untuk sukses di pasar. Faktor kunci tersebut, misalnya kualitas, harga, atau seleksi akan menentukan kesuksesan bisnis kita. Jelaskan bagaimana nilai jual berkaitan dengan sasaran pelanggan tertentu.
  4. Strategi Bisnis dan Implementasi. Sebutkan strategi umum perusahaan dan jelaskan bagaimana kita akan mengimplementasikannya dalam program bisnis yang efektif. Tentukan apakah strategi kita didasarkan teknologi baru, barang baru, atau sifat produk baru, atau apakah kita memfokuskan pada pemasaran, distribusi, dan pelayanan yang lebih baik. (Sajikan hanya satu strategi bisnis)
  5. Periklanan. Jelaskan bagaimana kita merencanakan periklanan atau memasarkan bisnis kita. Termasuk berbagai brosur, iklan cetak, iklan radio, atau strategi lain yang direncanakan dilaksanakan.
  6. Strategi Pemasaran. Pada saat menjelaskan strategi, lebih menekankan pada bagaimana membuat perusahaan kita lebih spesial atau khas. Misalnya, strategi pemasaran kita akan memfokuskan pada segmen pasar tertentu. Atau, mengkhususkan pada saluran khusus dalam mendistibusikan produk; pada produk baru yang merupakan solusi baru dalam mengatasi masalah yang ada; atau pada cara baru dalam mempromosikan barang/jasa. Apa yang akan perusahaan kerjakan supaya lebih baik dibandingkan perusahaan lain? Bagaimana kita menggunakan periklanan untuk memasarkan produk ke konsumen?
  7. Rencana Penjualan. Jelaskan bagimana kita menjual produk kita. Sebagai contoh, apakah kita akan menjual secara eceran, partai besar, melalui internet, pesanan melalui surat, atau telpon? Akankah kita menggunakan tenaga penjualan? Bagaimana tenaga penjualan dilatih dan bagaimana mereka diberi kompensasi?
  8. Aliansi Strategis. Jelaskan bagaimana perusahaan kita menangani pemasaran bersama, pengembangan bersama, komisi, dan perjanjian kerjasama. Dapatkan kita mengkaitkan promosi kita atau strategi distribusi dengan perusahaan lain yang akan meningkatkan posisi perusahaan kita?
Organisasi. Tunjukkan jumlah pegawai dan manajemen dalam perusahaan kita. Juga, sebutkan jumlah pendiri perusahaan. Akankah perusahaan akan dibagi dalam departemen? Jelaskan.
  1. Struktur Organisasi. Gambarkan diagram struktur organisasi pada perusahaan kita.
  2. Tim Manajemen. Buatlah daftar anggota manajemen perusahaan. Termasuk ringkasan untuk latar belakang dan pengalaman mereka, serta jelaskan fungsi mereka dalam perusahaan.
  3. Kesenjangan Tim Manajemen. Identifikasi jenis ketrampilan yang belum dimiliki tim dan jelaskan bagaimana perusahaan akan mengatasinya. Misalnya, siapa yang akan menyediakan saran atau konsultasi hukum dan pajak.
  4. Pertimbangan tim Manajemen Lainnya. Jelaskan kriteria lain yang mempengaruhi operasi bisnis kita. Misalnya, apakah manajemen atau pegawai memiliki persetujuan “tidak-bersaing” dengan pesaing? Juga, Identifikasi anggota dewan direksi (jika ada) dan jelaskan kontribusinya dalam menjalankan bisnis. Selain itu, buat daftar pemegang saham utama dan jelaskan peranan mereka dalam manajemen.
Analisis Keuangan. Jelaskan atribut keuangan utama perusahaan kita, misalnya proyeksi aliran kas, dan keuntungan bersih untuk tiga atau beberapa tahun kedepan; return on investment; atau internal rate of return. Jelaskan fluktuasi yang mungkin terjadi dari penjualan musiman.
  1. Rencana Keuangan. Sepanjang proyeksi pro forma, kita perlu meringkas point-point penting dari rencana atau strategi keuangan kita. Rincilah bagaimana kita Specify how you merencanakan keuangan kita.
  2. Kapitalisasi dan biaya Start-Up. Bagian ini mencakup biaya start-up dan tabel kapitalisasi. Ringkaslah informasinya dalam tabel tersebut dalam paragraph awal Garis bawahi total biaya yang dibutuhkan untuk memulai bisnis kita, identifikasi asset utama perusahaan, dan/atau daftar pemilik dan investasi mereka.
  3. Laporan Keuangan. Bagian ini harus diisi untuk melengkapi rencana bisnis kita.
  4. Estimasi Biaya. Catatan: Pengeluaran dapat dibuat daftar apakah tetap atau variable. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dari bulan ke bulan sesuai volume penjualan. Misalnya, sewa dan asuransi adalah biaya tetap. Biaya variable adalah biaya yang akan berubah sebagai akibat perubahan volume penjualan.

Kamis, 02 Juli 2009

Rencana Bisnis (Business Plan): Menulis Business Plan Yang Efektif.

Rencana bisnis (Busines Plan) adalah suatu dokumen tertulis yang menggambarkan secara sistematis suatu bisnis atau usaha yang diusulkan.

Sebelum membuat business plan, kita harus mempersiapkan berbagai informasi yang diperoleh melalui riset, baik dari sisi pemasaran, keuangan, produksi, dan sumber daya manusia. Informasi dari hasil riset ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan terkait business plan itu sendiri dan keputusan strategi yang diambil.

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari business plan antara lain:
  1. Upaya memastikan kegiatan bisnis yg akan dilaksanakan atau sedang berjalan tetap pada jalur yg direncanakan.
  2. pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan.
  3. alat untuk mencari dana dari pihak ketiga, seperti investor, lembaga keuangan, dan sumber pendanaan lainnya.
Memang terkadang, menyusun business plan dapat terlihat lebih bersifat intimidasi dibandingkan dengan hasil penelitian pada umumnya. Kesannya membujuk, berupaya meyakinkan dan menarik minat calon investor atau penyandang dana tentunya perlu. Namun, satu hal yang harus diperhatikan bahwa investor atau penyandang dana biasanya tertarik pada business plan yang menjanjikan keuntungan, tetapi mereka akan lebih menekankan perhatian pada bagaimana cara mencapainya.

Kalau bisa diilustrasikan, jika kita menggunakan software komputer dalam memperoleh data dan memprosesnya menjadi informasi, maka tombol cetak pada software komputer mewakili business plan.

Ada beberapa elemen kunci business plan, antara lain:
  1. Ringkasan eksekutif.
  2. Pernyataan misi.
  3. Sejarah perusahaan.
  4. Profil usaha dan industri.
  5. Strategi pemasaran.
  6. Analisa pesaing.
  7. Uraian tim manajemen.
  8. Rencana operasi.
  9. Peramalan pernyataan keuangan.
  10. Proposal pinjaman dan investasi.
Penjelasan lebih lanjut tentang setiap elemen kunci business plan dapat dilihat di disini.

Untuk menyempurnakan teknis penyusunan business plan ikuti kiat-kiatnya pada pembahasan selanjutnya.

Selasa, 23 Juni 2009

Kesempatan Berkarir: Lowongan Pekerjaan untuk Jurusan Manajemen Mana Ya...?

Lowongan Pekerjaan/Kesempatan Berkarir.
PT. Maju Mundur. Kami merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan membuka kesempatan berkarir bagi beberapa kandidat untuk ditempatkan pada posisi:
a. Manajer Keuangan.
b. Staff Keuangan.
c. Manajer HRD (Human Resources Department)
d. Asisten Manajer HRD Personalia
e. Operator/Produksi
f. Manajer Pemasaran
Dengan kualifikasi tiap posisi:
a dan b: S1 Akuntansi, Pengalaman Kerja ..., dst.
c dan d: S1 Psikologi, Pengalaman Kerja ..., dst.
e: S1 Teknik Industri, Pengalaman Kerja ..., dst.
f: S1 semua jurusan.. Pengalaman Kerja ..., dst.
--------------------------------------

Maaf kalau ada yang sudah menyangka ini adalah iklan kesempatan karir beneran. Silahkan telusuri kesempatan berkarir bila kamu sedang mencari kerja. Tetapi ada baiknya bila bisa meluangkan waktu sedikit untuk membaca tulisan ini.

Pernah tidak membaca iklan lowongan pekerjaan seperti diatas. Mungkin formatnya tidak persis sama, paling tidak senada dengan itu. Pasti sering khan. Dari cuplikan iklan lowongan tersebut, ada yang menarik untuk dibahas disini.

Kita semua tahu bahwa dalam Program Studi Manajemen, terdapat 4 konsentrasi. Manajemen Keuangan, Sumber Daya Manusia, Operasional, dan terakhir Manajemen Pemasaran. Tetapi apa yang terjadi. Coba amati semua persyaratan kualifikasi untuk posisi a sampai dengan f. Semua posisi sebenarnya bisa diisi oleh berbagai konsentrasi manajemen. Tetapi overlap antar program studi kemudian membuat perusahaan-perusahaan merekrut karyawan yang memiliki kemampuan teknis. Lalu... dimana ruang bagi lulusan jurusan manajemen?

Tidak perlu kita menyalahkan satu pihak untuk masalah ini. Semuanya berpulang ke diri masing-masing. Jurusan manajemen dibekali ilmu untuk menjadi seorang manajer. Bagi lulusan baru, untuk menjadi manajer biasanya membutuhkan proses. Proses pematangan terhadap kondisi dan lingkungan kerja. Perusahaan tentunya tidak mau merekrut seseorang menjadi manajer di perusahaannya bila perusahaan tidak mengenal atau tahu track record orang tersebut. Jadi memang proses itu penting.

Mengenai kapan proses ini harus dimulai, ini juga relatif. Proses ini sebenarnya bisa dimulai saat sebelum kuliah, sedang kuliah atau nanti setelah kuliah. Pilihan terakhir bukan pilihan buruk tetapi akan lebih baik jika dipersiapkan jauh jauh hari sebelum lulus kuliah.

Maksud saya begini. Untuk menjadi seorang manajer, diperlukan proses pematangan dalam 3 hal pokok.
  1. Dasar keilmuan, yang bisa diperoleh dari bangku kuliah dan berbagai literatur.
  2. Matang Pengalaman, diperoleh dari proses belajar melalui pengalaman diri sendiri dan atau orang lain. Ini memang berproses dan terkadang menyita waktu.
  3. Intuisi bisnis dan judgment. Satu hal yang tidak kalah penting (atau bisa dikatakan sangat penting) adalah kemampuan manajer dalam memutuskan suatu kebijakan untuk pencapaian visi dan pemformulasikan dan pelaksanaan misi dalam upaya mencapai visi. Ketidak pastian terkadang sulit untuk dikalkulasi diatas kertas. Kemampuan intusisi bisnis yang baik dan judgment untuk kebijakan yang baik sangat diperlukan bagi seorang manajer.
Jadi bagi mahasiswa jurusan manajemen. There’s no other way. Just prepare your self to win the competition.

Satu Langkah Besar dari Hidupku... Menikah... Lagi

Setelah posting sebelumnya.... dimana istri tercinta saya meninggal. Kali ini lembaran baru hidupku dibuka kembali... Menikah lagi. Iya.. 28...