Belajar dari Proses Belajar
Pengalaman belajar terkadang tidak terlupakan. Coba inget-inget lagi proses belajar yang dulu pernah kita lakukan. Belajar naik sepeda misalnya. Aktivitas yang satu ini mungkin masing kita ingat dengan baik. Lengkap dengan jatuh-jatuhnya dan atau nabrak-nabraknya. Bisa senyum sendiri kalo inget kejadiannya. Jatuh bangun itu sih sering dan wajar terjadi, tetapi pantang menyerah akhirnya membuahkan hasil. Bisa.

Proses belajar yang lain mungkin serupa dengan ini. Banyak suka dukanya. Belajar nyetir atau belajar naik motor misalnya. Untuk belajar naik sepeda motor ini mungkin lebih mudah untuk dilakukan setelah mahir sepeda. Kemampuan menyeimbangkan diri yang sudah diperoleh dari pengalaman bersepeda tinggal harus ditingkatkan sedikit untuk membiasakan gas rem dan perseneling. Nyetir sedikit berbeda, kecuali bila sudah pernah dan bisa mengendarai motor berkopling manual, nyetir mungkin perlu penyesuaian dan pembiasaan keakuratan memutar kemudi maju dan mundur. Dan satu lagi, prosesnya akan lebih efektif bila dilakukan tidak secara marathon.

Dalam kehidupan, proses pembelajaran juga mungkin akan senada dengan kisah ini. Ada proses jatuh dan bangun yang terkadang enggan untuk dialami orang. Keluar dari kenyamanan membuat orang menjadi tidak teruji dan kebisaannya relatif rendah. Iya karena bukan hanya tidak mau mencoba sebagai proses awal menuju keberhasilan, keberhasilan mensyaratkan kekonsistenan dan kemampuan belajar terus menerus. Bila ini dilakukan sudah lazim kalo diakhirnya keberhasilan akan diraih.

Konsep ini tentunya juga bisa diterapkan dalam menjalankan bisnis. Bentuk dan teknisnya saja yang mungkin sedikit berbeda. Jadi ada usaha konsisten, belajar dari pengalaman belajar, pasti akhirnya akan berhasil. Meminjam istilah Mario Teguh tentang kepantasan, dengan segala usaha yang dilakukan sudah “pantas”-lah seseorang berhasil.
Artikel Terkait :


Label: edit post
0 Responses

Posting Komentar

  • Komen Terkini