Perencana Keuangan dan Bisnis Sektor Keuangan
Salam,

Sudah lama sekali saya tidak mengupdate blog ini. Banyak hal yang bisa diceritakan selama periode dimana jeda ini. Namun dari sekian banyak cerita, yang terbesit di kepala saya adalah perencanaan keuangan.

Belakangan ini marak pemberitaan adanya kasus yang melibatkan seorang investor dengan perencana keuangannya. Ini menarik karena ini terkait dengan uang. Iya. Investasi yang diharapkan di masa yang akan datang dapat menghasilkan sejumlah uang. Apalagi bila perencana keuangan punya optimisme lebih.

Di lain pihak, dari sisi perencana keuangan, investor seharusnya dapat mengambil keputusan terkait investasi yang ditawarkan. Semakin besar nilai investasi yang ditawarkan, dalam hal ini meskipun secara tidak langsung, semakin besar kemungkinan perencana keuangan mendapatkan keuntungan. Belum lagi hal ini menjadi sarana promosi untuk mendapatkan klien yang lebih banyak lagi bila mereka mampu menunjukkan klien yang ada.

Perencana keuangan, umumnya cenderung menyarankan untuk berinvestasi di sektor keuangan dengan iming-iming tingkat keuntungan yang tinggi. Padahal sektor riil yang seharusnya menjadi motor penggerak bisnis melalui multiply effect-nya terhadap sektor riil yang lain dan sektor keuangan yang berfungsi sebagai pendukung sektor riil.

Bila sektor keuangan ini berjalan sendiri, tanpa atau hanya dengan melibatkan sektor riil dengan porsi yang sangat kecil, ini membuat sektor keuangan berjalan sendiri, yang kemudian menyebabkan terjadinya "economic bubble". Bubble ini sewaktu-waktu akan meletus, seperti halnya yang terjadi di tahun 1998.

Jadi, boleh boleh saja investasi di sektor keuangan, tetapi pertimbangkan juga lebih jauh untuk lebih memilih investasi di sektor rill. Keuntungannya juga tidak kalah menarik kok.

Maybe some other time, i will explain more opportunity in real business... 
Artikel Terkait :


0 Responses

Posting Komentar

  • Komen Terkini