Warisan Dari Leluhur
Di suatu kesempatan saya dan rekan-rekan diundang ke kediaman rekan seprofesi untuk makan siang. Tempatnya relatif jauh dari aktivitas keseharian saya. Iya, itu memang adalah rumah keluarga besarnya, yang saya maksud disini adalah rumah orang tua dan saudara-saudara mereka. Arsitektur khas bali kental terasa, dan setiap bahan ban bentuk memiliki makna, walaupun mungkin saja itu terkesan sebagai suatu tradisi yang belum mampu untuk diungkapkan lebih detail seluk beluknya.

Saya percaya, dalam membuat sesuatu, orang tentunya pasti berpikir untuk merencanakannya dengan baik. Ada yang dikerjakannya secara umum meniru dari yang sudah ada, dan ada pula tambahan-tambahan yang dibuat untuk mengakomodasi segala keterbatasan, dan dengan maksud memunculkan identitas, sebagai pembeda dengan yang lainnya. Sesuatu yang baru, terkadang memerlukan waktu, tenaga, pikiran, dan bahkan jumlah uang yang tidak sedikit dalam proses pengerjaannya. Namun biasanya itu sebanding dengan kepuasan hati pemiliknya.

Banyak nilai-nilai yang tidak terjawab, dan bahkan terkadang kita juga tidak memikirkan apa philosofi dibalik peninggalan leluhur tersebut. Saya percaya, bahwa tantangan yang ada di era leluhur membentuk karya-karya mereka sehingga menjadi sedemikian rupa dalam menjawab kendala yang ada. Ada yang terkadang masih relevan untuk diikuti, tapi ada juga sebagian yang mungkin harus ditinggalkan. Alasannya yah tetap sama, mungkin tantangan jaman yang sudah berubah. Nilai nilai yang dulu sangat diagungkan, kini sudah bergesar kearah yang belum pernah dibayangkan sebelumnya.

Dalam hal ini, orang yang bijak adalah orang yang mengerti dasar pemikiran leluhurnya dalam bertindak, bersikap, dan berkarya, sesuai dengan tantangan jaman, dan bercermin dari hal tersebut untuk bertindak, bersikap, dan berkarya sesuai jamannya dan bahkan dalam mengantisipasi perubahan di masa yang akan datang.
Artikel Terkait :


Label: edit post
0 Responses

Posting Komentar

  • Komen Terkini